Sebanyak 130 Desa Rawan Bencana di Rembang Ikuti Penilaian Destana
- 20 Apr 2026 10:53 WIB
- Semarang
Video
RRI.CO.ID, Rembang — Sebanyak 130 desa rawan bencana di Kabupaten Rembang mengikuti penilaian Desa Tangguh Bencana (Destana). Kegiatan ini bertujuan mendorong kesiapsiagaan desa dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’, menyampaikan, dari total 199 desa rawan bencana, baru 33 desa yang telah berstatus Destana. Sisanya masih dalam proses peningkatan kapasitas dan penilaian.
“Ratusan desa rawan bencana ini mengikuti penilaian dengan tiga level, yakni pratama, madya, dan utama. Level tersebut menunjukkan tingkat kesiapsiagaan desa. Hasil penilaian akan keluar pekan depan,” jelasnya, Senin, 20 April 2026.
Program Desa Tangguh Bencana (Destana) sendiri merupakan upaya pemberdayaan masyarakat desa. Program ini bertujuan agar desa mampu mengenali ancaman, mengurangi risiko, serta memulihkan diri dari dampak bencana secara mandiri.
Penilaian Destana digelar sebagai upaya memperkuat kapasitas desa dalam mitigasi dan penanggulangan bencana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan wilayah.
Ia menambahkan, penilaian mencakup berbagai aspek penting dalam kesiapsiagaan bencana. Mulai dari ketersediaan infrastruktur hingga dukungan kebijakan di tingkat desa.
Pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan seluruh desa rawan bencana dapat berstatus Destana pada 2029. Target ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Hanies menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media juga sangat dibutuhkan.
Sementara itu, Kepala Desa Kajar, Widayat, menyebut wilayahnya hampir setiap tahun mengalami bencana longsor. Ia menilai penilaian Destana memberikan manfaat nyata bagi desa.
“Di desa kami hampir tiap tahun terjadi longsor, kami juga punya relawan Tagana. Kegiatan ini sangat positif, karena setiap desa mendapat pembelajaran terkait penanganan bencana,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....