Minat Masyarakat Jateng Berinvestasi Reksa Dana Meningkat Tajam
- 10 Apr 2026 11:39 WIB
- Semarang
Video
RRI.CO.ID, Semarang - Minat masyarakat Jawa Tengah terhadap investasi reksa dana terus menunjukkan lonjakan signifikan, yang tercermin dari pertumbuhan investor yang meningkat pesat dan didominasi oleh instrumen reksa dana. Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, saat membuka Road to Pekan Reksa Dana yang digelar Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia(APRDI) di Kantor OJK Semarang, Kamis, 9 April 2026.
Berdasarkan data, jumlah Single Investor Identification (SID) di Jawa Tengah tumbuh positif lebih dari 100 persen secara tahunan. Dari total tersebut, mayoritas berasal dari investor reksa dana yang mencapai sekitar 2,16 juta atau hampir 64 persen.
"SID di Jawa Tengah bertumbuh positif sebesar 105 4,29% year on year dengan porsi SID terbesar adalah di SID Reksa Dana yaitu sebesar 2,16 juta atau sebesar 63,98% dari total SID dan ini tumbuh 38,29% year on year. Jadi kita berikan apresiasi kepada pertumbuhan ini kepada masyarakat," ujarnya.
Pertumbuhan ini juga diikuti lonjakan nilai penjualan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang meningkat hingga 269 persen per Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan geliat pasar yang semakin kuat, baik dari sisi permintaan maupun transaksi.
Menurut Hidayat, OJK terus mendorong inklusi pasar modal, termasuk pengembangan pasar modal syariah. Langkah ini dilakukan agar sektor pasar modal dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Hidayat menyebut tren minat investasi itu kini juga datang dari kalangan generasi muda. Reksa dana dinilai menjadi instrumen yang cocok bagi investor pemula karena dikelola oleh manajer investasi dan diawasi OJK.
Untuk memperluas literasi keuangan, APRDI secara konsisten menggelar Road to Pekan Reksa Dana di berbagai kota. Program ini mengusung kampanye “Investasi Setenang #ReksaDanaAja” guna mendorong masyarakat berinvestasi secara aman dan nyaman.
Ketua Panitia Sosedu APRDI 2026, Grasia Kusyanto, menyebut rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya pada 27 April 2026. Acara tersebut akan digelar serentak bersama OJK di Main Hall Bursa Efek Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....