H-2 Lebaran, Harga Pangan di Pasar Tradisional Jateng Masih Terkendali

  • 19 Mar 2026 05:40 WIB
  •  Semarang
Video

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan pasokan dalam kondisi aman di H-2 lebaran. Kepastian itu diperoleh setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung memantau pasar Bunder, Kabupaten Sragen, pada Rabu, 18 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas Pasar Bunder tampak ramai oleh pembeli. Peningkatan transaksi terlihat pada sejumlah komoditas pangan seiring mendekatnya Lebaran.

Di sela kunjungan, Ahmad Luthfi berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli. Ia menanyakan harga, memastikan ketersediaan barang hingga memborong dagangan pedagang.

Menurutnya, stabilitas harga ditentukan oleh dua faktor utama, yakni ketersediaan dan keterjangkauan. Kedua aspek tersebut saat ini dinilai masih terjaga dengan baik.

Ia menjelaskan, jika terjadi kenaikan harga, kondisi tersebut dinilai sebagai dinamika pasar yang lazim menjelang hari besar. "Kalau ada kenaikan harga, itu masih dalam batas wajar karena permintaan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Sebagai contoh, salah satu pedagang Sarmini menyebut harga cabai rawit merah sudah turun berada di harga Rp70 -Rp80 ribu / kilogram. Padahal sebelumnya harga cabai rawit sempat mendekati Rp100.000.

Kendati begitu ia memprediksi usai lebaran harga cabai bisa naik lagi. "Habis lebaran nanti tapi biasanya bisa naik lagi," ujarnya.

Sementara, harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram dan masih tergolong normal. Adapun untuk komoditas beras, harga di Pasar Bunder terpantau stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi,

Kemudian, komoditas bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan bertahap. Hal ini dipengaruhi faktor distribusi dan permintaan selama Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....