Kembar Mayang, Ornamen Penting dalam Pernikahan Adat Jawa

  • 27 Jun 2024 06:47 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Kembar mayang adalah sebuah anyaman dari daun muda kelapa berwarna kuning yang disebut janur dan bunga mayang atau pinang. Merupakan salah satu komponen yang hampir selalu hadir dalam acara pernikahan tradisional Jawa.

Anyaman ini dibuat sedemikian rupa menyerupai boket bunga atau mahkota yang biasanya dibuat dua atau kembar. Penggunaan kembar mayang dalam pernikahan memiliki makna yang dalam.

Tidak hanya itu, tersebar pula mitos fakta terkait kembar mayang di Indonesia. Faktanya, kepercayaan menggunakan kembar mayang sebagai simbol perjaka dan perawan memang dilakukan di beberapa kebudayaan Jawa.

Tidak hanya dalam upacara pernikahan, kembar mayang juga digunakan pada acara kematian untuk menunjukkan bahwa orang yang meninggal masih sebagai perawan atau jejaka. Namun, kepercayaan itu belakangan mulai terdistorsi.

Memasuki zaman modern, banyak orang yang hanya menggunakan kembar mayang sebagai dekorasi acara pernikahan, bukan untuk dimaknai secara khusus. Oleh karena itu, ada kemungkinan pengantin dan keluarga salah menempatkan kembar mayang karena memang tidak memahami maknanya.

Kembar mayang merupakan bentuk karangan bunga yang biasanya hadir dalam acara sakral dalam kebudayaan Jawa. Seperti yang disebutkan sebelumnya, kembar mayang dibuat dari janur dan bunga pinang.

Kembar mayang biasanya diletakkan bersama potongan batang pohon pisang atau gedebog untuk menopangnya. Selain itu, buah pisang juga akan disusun rapi di sekitar kembar mayang sebagai satu kesatuan.

Ada makna filosofis dibalik penempatan kembar mayang dalam pernikahan. Makna filosofis itu adalah 'podo karepe, podo pikire, podo katresnane, lan podo sekabehane'.

Ini merupakan harapan agar kedua mempelai memiliki kesamaan tujuan, kesamaan pemikiran, sama-sama cinta. Selain itu, penempatan batang pohon pada kembar mayang juga dimaknai sebagai kehidupan yang langgeng, panjang umur, dan abadi hingga maut memisahkan.

Ini juga merupakan doa bagi pengantin laki-laki agar selalu bisa berdiri kokoh untuk menjadi cagak (penopang) kehidupan keluarganya. Sementara itu, bagian janur kembar mayang berwarna kuning juga menggambarkan bahwa kehidupan pernikahan harusnya selalu cerah dan bahagia.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....