Joko Tingkir dan Ki Ageng Pengging serta Keturunannya
- 02 Jun 2024 06:17 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Sepeninggal Prabu Handayaningrat atau Ki Ageng Pengging Sepuh, tahta Keraton Pengging dilanjutkan oleh putranya, yaitu Kebo Kenongo dengan sebutan Ki Ageng Pengging II atau Ki Ageng Pengging Anom. Ki Ageng Pengging II ini adalah ayah dari Mas Karebet Joko Tingkir yang selanjutnya menjadi raja di Pajang.
Awal mula Pengging yang melegenda dalam arti kerajaan, berawal dari era ini. Prabu Handayaningrat atau eyang Joko Tingkir telah berkuasa penuh di Pengging dan sekitarnya sebagai kerajaan vassal Majapahit.
Wilayah Kerajaan Pengging dimulai dari sebelah barat Sungai Bengawan Solo hingga wilayah Salatiga. Prabu Andayaningrat mempunyai tiga putra, yaitu Kebo Kanigoro, Kebo Kenongo dan Kebo Amiluhur.
Dari Kebo Kenongo menurunkan putra bernama Mas Karebet atau Joko Tingkir. Mas Karebet kelak jumeneng nata (menjadi raja) di Kerajaan Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya (Adiwijaya).
Tidak banyak catatan sejarah mengenai Kerajaan Pengging pada era kekuasaan Prabu Andayaningrat. Yang jelas, tanah Pengging yang subur dengan banyaknya mata air, menguatkan teori bahwa Kerajaan Pengging adalah sebuah negeri yang Makmur.
Strategis secara teritori dan politik, mengingat hubungan antara Majapahit dan Demak, Pengging adalah penghubung antara Majapahit dan Demak. Pengging semacam Kedatuan atau tanah perdikan yang mempunyai otoritas kekuasaan khusus, makmur di bawah kekuasaan Prabu Andayaningrat.
Makam Sri Makurung Handayaningrat atau Ki Ageng Pengging Sepuh berada di tengah Dukuh Malangan, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono. Di komplek makam terdapat papan silsilah Sri Makurung Handaningrat mulai dari Brawijaya V hingga Joko Tingkir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....