Potret Nasionalisme Adipati Basukarno
- 17 Mei 2024 10:05 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Adipati Basukarno tetap konsisten dengan pilihannya untuk memihak Hastinapura. Bukan karena alasan dia merasa terhormat dengan terpilih sebagai panglima perang Hastinapura.
Namun karena dia merasa berterima kasih dan berhutang budi kepada Hastinapura karena dua alasan utama : pertama, seorang kesatria harus tahu membalas budi. Kedua, Bharatayudha harus terjadi untuk membasmi kebatilan.
Membela Kurawa bagi Basukarna bukan berarti melindungi kebatilan dan keangkaramurkaan. Basukarno tidak ingin menghianati darma kesatria yang wajib membalas kebaikan dengan kebaikan pula.
Selama ini hanya Kurawa sejati saja yang menganggap Basukarno sebagai saudara wangsa Bharata. Meskipun dibesarkan oleh kusir Hastinapura, Adirata, akan tetapi Basukarno beribukan Kunti Talibrata yang notabene saudara sekandung Pandawa.
Namun dalam hati kecil Pandawa merasa malu memiliki saudara kandung yang dibesarkan oleh seorang kusir istana. Disinilah letak sikap egaliter Kurawa yang karena Basukarno masih bertalian saudara dengannya, maka dia diangkat sebagai adipati Awangga oleh Duryadana.
Hal ini membuat Basukarno merasa dihargai oleh Kurawa sebagai sesama wangsa Bharata. Merasa dihormati dan dihargai sebagai manusia (Jawa: di-uwongke ), bukan sebagai keturunan anak kusir .
Segala derajat, pangkat dan kenikmatan materi diberikan Kurawa kepada Basukarno tanpa pamrih apapun. Secara filosfis sikap Basukarno ini seperti yang dikatakan kepada Sri Kresno bahwa dialah yang menghendaki Bharatayudha Jayabinangun ini segera terjadi.
Dengan berpihak pada Kurawa maka angkara murka di muka bumi ini segera lebur dan lenyap. Dengan ini berarti dia telah menjalankan darma dan karmanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....