Dinkesda Kendal Bentuk Kader Keamanan Pangan Sekolah dan Pasar
- 05 Okt 2026 17:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Pemerintah Kabupaten Kendal akan memperketat pengawasan makanan di lingkungan sekolah dan pasar. Upaya ini dilakukan dengan pembentukan Kader Keamanan Pangan Sekolah dan Pasar yang digelar di Gedung Abdi Praja Kendal, Senin 5 Oktober 2026.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal mengadakan Bimbingan Teknis Pembentukan Kader Keamanan Pangan Sekolah dan Pasar yang diikuti para guru dan pengelola pasar. Narasumber Bintek, selain dari Dinas Kesehatan, juga anggota Komisi B dan Komisi D DPRD Kendal.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkesda Kendal, Casaeri mengatakan, para kader ini akan melaksanakan pengawasan terhadap makanan dan jajanan di lingkungan sekolah. Para kader akan melakukan edukasi kepada pengelola kantin dan penjual makanan di lingkungan sekolah.
"Harus diedukasi agar menjual makanan yang sehat dan memenuhi nilai gizi yang menunjang prestasi anak sebagai generasi penerus," katanya. Pengawasan dan pembinaan harus dilakukan, karena banyak makanan atau jajanan di lingkungan sekolah yang berisiko atau tidak sehat.
Casaeri mengatakan, tujuannya agar makanan yang dijual di lingkungan sekolah benar-benar aman, termasuk makanan yang mengandung bahan pengawet. "Pedagang didorong agar menjual makanan sehat, maka perlu melakukan sosialisasi dan pengecekan makanan," katanya.
Anggota Komisi D DPRD Kendal, Sulistyo Aribowo mengatakan, makanan atau jajanan anak-anak sekolah di lingkungan sekolah harus benar-benar aman. Oleh karena itu, pihak dewan akan memantau, pihak sekolah benar-benar melakukan pengawasan dengan baik.
"Dinas Kesehatan harus menjadi stakeholder terhadap keamanan pangan di sekolah, maka kami mendorong agar proses ini disosialisasikan terus," tandasnya. Ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu pihak sekolah harus mengedukasi kepada anak-anak tentang makanan sehat.
Sulistyo mendorong penjual makanan juga didorong agar menjual makanan sehat, sehingga perlu melakukan sosialisasi dan pengecekan makanan. "BPOM sudah meminta kepada Kemen dikdasmen agar pengetahuan tentang makanan sehat bisa dimasukkan dalam kurikulum di sekolah, karena pemahaman anak terhadap makanan itu penting," ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD Kendal, Tardi mengatakan, pihaknya mengajak kepada sekolah agar makanan atau jajanan di lingkungan sekolah benar-benar sehat, bersih dan tanpa bahan pengawet. Pasalnya makanan yang tidak sehat, termasuk yang mengandung bahan pengawet akan berdampak terhadap kesehatan anak.
"Anak-anak juga harus diedukasi tentang makanan yang sehat dan harus ada pengawasan khusus, agar anak-anak membeli makanan yang sehat," katanya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....