Tanggul Sungai Silempeng Jebol, DPRD Pekalongan Minta Segera Ditangani
- 03 Okt 2026 15:00 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Tanggul Sungai Silempeng Jebol, DPRD Pekalongan Minta Segera Ditangani
- pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Pekalongan dan ditargetkan selesai sesuai kontrak pada akhir November 2026.
RRI.CO.ID, Pekalongan - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, meminta tanggul Sungai Silempeng di Kecamatan Siwalan yang jebol Jumat 2 Oktober 2026 kemarin segera ditangani. Hal itu disampaikan setelah dirinya bersama DPU Taru Kabupaten Pekalongan meninjau langsung kondisi tanggul.
Sumar mengatakan, terdapat tiga titik tanggul yang mengalami kerusakan. Penanganan diminta diprioritaskan karena kondisi tersebut terjadi menjelang masa tanam dan berpotensi mengganggu lahan pertanian warga.
“Sudah kita lihat secara langsung dan memang tanggul itu berlangganan tiap tahun jebol,” kata Sumar, Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan tanggul Sungai Silempeng, mulai dari titik bagian selatan hingga utara. Pekerjaan peninggian tanggul saat ini telah berjalan sekitar 50 persen.
Namun, Sumar meminta tiga titik yang jebol didahulukan agar segera kembali berfungsi. Terlebih, derasnya aliran sungai berpotensi membawa air asin masuk ke area persawahan masyarakat.
“Tadi sudah sepakat kita dengan PSDA, untuk pelaksanaan kita prioritaskan, mendahulukan yang jebol dulu. Ada tiga titik, supaya dalam waktu satu-dua hari bisa selesai,” ujarnya.
Sumar juga mendorong adanya pengamanan tanggul secara vegetatif. Penanaman tanaman berakar kuat seperti mangrove, bakau, api-api, cemara laut dan waru laut dinilai dapat membantu memperkuat tanggul sekaligus mengurangi risiko kerusakan berulang.
Sementara itu, Kepala Bidang PSDA DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Pujo Pramudiarto, mengatakan pekerjaan utama mencakup peninggian tanggul sepanjang sekitar 920 meter. Tanggul akan memiliki lebar sekitar empat meter dengan peninggian kurang lebih satu meter.
“Untuk tanggul itu sepanjang kurang lebih 920 meter, lebar empat meter, tinggi kurang lebih satu meter, untuk anggaran kurang lebih Rp1 miliar,” jelas Pujo.
Pujo menyebut pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Pekalongan dan ditargetkan selesai sesuai kontrak pada akhir November 2026. Adapun penanganan sementara terhadap tiga titik tanggul yang jebol diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga tiga hari.
Ia mengajak masyarakat ikut menjaga dan merawat tanggul agar kerusakan tidak kembali terjadi. “Mari kita saling menjaga tanggul supaya tidak jebol lagi, saling merawat,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....