Year on Year Pertumbuhan Ekonomi di Kudus Triwulan II Sebesar 7,64%

  • 03 Okt 2026 12:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mencatat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus pada triwulan II 2026 tumbuh 7,64 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Catatan itu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang terkontraksi 0,11 persen.

"Sementara secara kuartal ke kuartal, ekonomi Kudus pada triwulan II 2026 tumbuh 1,86 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sedangkan pertumbuhan ekonomi secara c-to-c atau kumulatif semester I 2026 dibandingkan semester I 2025 tercatat sebesar 6,45 persen," kata Kepala BPS Kabupaten Kudus Eko Suharto saat rilis inflasi, Jumat 2 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus itu, karena adanya kontribusi terbesar dari sektor industri pengolahan sebesar 75,36 persen. Kontribusi tersebut jauh lebih besar dibandingkan sektor perdagangan sebesar 6,31 persen, konstruksi 4,48 persen, serta pertanian sebesar 2,68 persen.

Sementara sektor lainnya, seperti transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, jasa pendidikan, pertambangan, serta pengadaan air memberikan kontribusi yang bervariasi, mulai dari sekitar 2 persen hingga 0,50 persen.

Menurut Eko seluruh lapangan usaha di Kabupaten Kudus mencatatkan pertumbuhan positif selama triwulan II 2026. Adapun lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian daerah masih didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.

Ia menjelaskan peningkatan aktivitas industri pengolahan, termasuk industri hasil tembakau (IHT), turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kudus pada triwulan II 2026.

Pada periode yang sama tahun 2025, kata dia, aktivitas industri tembakau sempat mengalami penurunan sehingga turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sementara pada tahun ini, aktivitas industri mulai menunjukkan peningkatan.

Selain industri pengolahan, sejumlah lapangan usaha juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi, di antaranya pertanian, pengadaan listrik dan gas, serta informasi dan komunikasi.

Pertumbuhan sektor pertanian, kata Eko, antara lain dipengaruhi musim panen raya. Selain tanaman pangan, aktivitas peternakan juga mendapat dorongan dari momentum Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....