Bukan Sekadar Candaan, Ini Bahaya Bullying bagi Korban

  • 30 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bullying bukan sekadar candaan karena tindakan tersebut dapat meninggalkan dampak serius bagi kehidupan emosional seseorang dalam jangka panjang. Perundungan yang terjadi berulang dapat membuat korban merasa takut, tertekan, malu, bahkan kehilangan rasa percaya diri sendiri sepenuhnya.

Bullying dapat terjadi melalui ejekan, ancaman, kekerasan, pengucilan, hingga penyebaran informasi pribadi seseorang tanpa persetujuan mereka. Tindakan tersebut bisa berlangsung secara langsung maupun melalui media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan anak muda sekarang.

Korban bullying sering mengalami perubahan perilaku setelah menerima perlakuan buruk secara berulang dari lingkungan sekitar mereka setiap hari. Mereka dapat menjadi lebih pendiam, menghindari pergaulan, kehilangan semangat belajar, serta merasa tidak nyaman berada bersama orang lain.

Dampak bullying tidak hanya dirasakan ketika peristiwa terjadi, tetapi juga dapat terbawa dalam kehidupan korban setelahnya. Pengalaman buruk tersebut berpotensi memengaruhi hubungan sosial, kepercayaan diri, prestasi pendidikan, serta kesejahteraan emosional korban dalam jangka panjang.

Bullying di media sosial memiliki risiko tambahan karena konten negatif dapat tersebar kepada banyak orang dalam waktu singkat. Korban juga dapat kesulitan menghindari pelaku karena pesan, komentar, atau unggahan tersebut terus muncul melalui perangkat digital mereka.

Cyberbullying dapat membuat korban merasa marah, malu, kehilangan minat, hingga mengalami berbagai keluhan fisik. Dampak tersebut menunjukkan bahwa perundungan digital tetap dapat memberikan tekanan nyata meskipun berlangsung melalui layar perangkat elektronik.

Bullying juga dapat memengaruhi orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut tanpa menjadi korban secara langsung. Mereka mungkin merasa takut menjadi sasaran berikutnya, merasa bersalah, atau memilih diam karena tidak mengetahui cara membantu korban.

Karena itu, menghentikan bullying membutuhkan keberanian dari korban, teman, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat sekitar bersama-sama. Melaporkan kejadian, memberikan dukungan, serta tidak menyebarkan konten penghinaan merupakan langkah sederhana untuk membantu korban menghadapi perundungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....