Njajan Fest 2026, Lebih Banyak Tenant hingga Ada Ajang Pencarian Bakat
- 30 Sep 2026 01:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Sebanyak 113 tenda kuliner akan memeriahkan Njajan Fest yang digelar di area dalam Taman Kartini Rembang, 2-4 Oktober 2026. Kegiatan yang diprakarsai PT Semen Gresik tersebut memasuki tahun ketiga pelaksanaan.
Ketua Panitia Njajan Fest, Mohammad Gufron atau yang akrab disapa Ipong, mengatakan seluruh peserta telah melalui proses kurasi. Dari sekitar 150 pendaftar, panitia akhirnya menetapkan 113 pelaku usaha untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Pendaftar Njajan Fest sekitar 150-an, kita seleksi, dikurasi, akhirnya terpilih 113. Mulai kuliner legendaris hingga kuliner kekinian,” kata Gufron.
Panitia juga mengimbau seluruh peserta tidak mematok harga makanan dan minuman terlalu tinggi selama festival berlangsung. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat menikmati berbagai sajian kuliner dengan harga yang terjangkau.
“Jangan sampai harganya ngepruk, nggak boleh. Pengunjung juga bisa menikmati sajian kuliner Kenduri Rasa, gratis, dipersembahkan oleh Alea Catering,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan Njajan Fest, pengunjung juga tidak dikenakan tiket masuk ke kawasan Taman Kartini. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan di halaman Taman Kartini.
“Dua tahun kemarin berlangsung di area parkir Taman Kartini. Tahun ini kita adakan di dalam Taman Kartini, kalau hari biasa tiket masuk Rp5 ribu, selama Njajan Fest gratis,” jelas Gufron.
Selain menghadirkan beragam kuliner, Njajan Fest tahun ini juga akan diramaikan enam panggung pertunjukan dan sembilan ajang pencarian bakat. Sejumlah kesenian dan hiburan yang disiapkan antara lain reog, barongan, orkes keroncong, hingga pertunjukan band.
“Enam panggung itu hidup bersamaan. Banyak sekali yang akan ditampilkan, reog, barongan, orkes keroncong, band,” katanya.
Menurut Gufron, penyelenggaraan tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan dua pelaksanaan sebelumnya karena seluruh kegiatan dipusatkan di area dalam Taman Kartini. Area yang lebih luas diharapkan membuat pengunjung lebih nyaman menikmati rangkaian acara.
Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik, Taufiq Susanto, mengatakan Njajan Fest juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan omzet pelaku UMKM. Pada pelaksanaan 2025, sebanyak 91 peserta mengikuti kegiatan tersebut dan mencatat omzet penjualan sekitar Rp1,15 miliar.
Tahun ini, jumlah peserta meningkat menjadi 113 pelaku usaha sehingga pihaknya menargetkan omzet penjualan mencapai Rp2,5 miliar. Target tersebut diharapkan dapat sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Taman Kartini.
| Baca juga: FKDT Kendal Gelar Porsadin Tingkat Kabupaten |
“Kita berharap omzet naik. Tapi lebih dari itu, kita ingin Taman Kartini yang sepi kembali bangkit menjadi pusat gairah ekonomi dan kebudayaan warga,” kata Taufiq.
Sementara itu, PIC Rumah BUMN Rembang, Sugeng Prayitno, mengatakan Njajan Fest tidak hanya menjadi festival kuliner dan hiburan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pendampingan bagi UMKM agar mampu mengembangkan usaha dan naik kelas.
Pendampingan yang diberikan meliputi branding digital, aktivasi media sosial, transaksi berbasis QRIS, sertifikasi halal, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Menurut Sugeng, berbagai program tersebut menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan UMKM secara terpadu.
“Kita lakukan pendampingan branding digital bagi UMKM, pendampingan aktivasi media sosial, pendampingan transaksi berbasis QRIS, pendampingan legalitas sertifikasi halal, pengurusan NIB atau HAKI. Ini menjadi semacam ekosistem pemberdayaan terpadu,” pungkasnya. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....