BMKG Bekali Nelayan Kendal Pengetahuan Cuaca Maritim dan Teknologi Digital
- 28 Sep 2026 17:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Sejumlah nelayan di Kabupaten Kendal diberikan pengetahuan praktis tentang cuaca maritim dan teknologi digital. Pembekalan pengetahuan praktis ini diberikan saat mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Aula Balai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kendal, Senin 28 September 2026.
Program SLCN yang diadakan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang atas prakarsa anggota Komisi V DPR RI, Fadholi dari Dapil 1 Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti 35 peserta, terdiri dari penyuluh perikanan, nelayan dan koordinator nelayan.
Kepala Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Taruna Mona Rachman mengatakan, materi SICH meliputi pengetahuan tentang gelombang laut, arus laut dan cuaca. Peserta juga dibekali pengetahuan cara menemukan potensi lokasi ikan melalui pemanfaatan teknologi digital, berupa aplikasi Inawis.
"Sebelum melaut, nelayan melihat informasi cuaca dan melihat arah tangkapan ikan melalui aplikasi Inawis, setelah itu jalan melaut," ujarnya.
SLCN membantu nelayan untuk membaca prakiraan cuaca ekstrem, tinggi gelombang dan arah angin untuk menghindari kecelakaan di laut.
Penggunaan aplikasi Inawis, nelayan bisa mengetahui potensi lokasi ikan, sehingga akan meningkatkan hasil tangkapan ikan di laut. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo mengatakan kegiatan SLCN ini sangat perlu dan dibutuhkan para nelayan.
Pasalnya, bekal pengetahuan dari SLCN bisa mengurangi risiko kecelakaan di laut, sekaligus meningkatkan hasil tangkapan ikan melalui aplikasi Inawis. "Sebelum melaut, nelayan harus tahu kondisi cuaca, arah angin, gelombang dan kondisi di laut secara update," katanya.
Kepala Desa Gempolsewu Carmadi mengatakan, selama ini nelayan melakukan pekerjaan hanya pengetahuan yang turun-temurun. Jika dipadukan dengan teknologi, maka bisa mempermudah dan lebih efektif dalam melaksanakan melaut, sehingga bisa meningkatkan hasil tangkapan ikan di laut.
"Jika tangkapan ikan banyak, tentunya akan menambah kesejahteraan bagi para nelayan," katanya. Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, jumlah nelayan aktif di Kabupaten Kendal sebanyak 9.400 orang. Sedangkan jumlah perahu atau kapal sekitar 3.400 perahu, yang sebagian besar berupa kapal kecil di bawah 5 Gross Tonage (GT). (FR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....