Sate Kambing Bikin Pusing? Cek Mitos dan Penjelasan Medisnya
- 30 Sep 2026 08:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Keluhan kepala pusing setelah menyantap sate kambing sudah menjadi anggapan umum di tengah masyarakat. Banyak orang langsung mengira bahwa daging kambing secara otomatis memicu lonjakan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Secara medis anggapan bahwa daging kambing adalah pemicu utama darah tinggi hanyalah mitos. Daging kambing murni sebenarnya memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang relatif lebih rendah dibandingkan daging sapi atau babi.
Penyebab utama timbulnya rasa pusing setelah menyantap sate kambing justru kerap bersumber dari cara pengolahan dan bumbunya. Sate kambing umumnya diolah dengan penggunaan garam, kecap manis, dan bumbu marinasi yang tinggi natrium (garam).
Tingginya asupan natrium inilah yang dapat memicu retensi cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah dengan cepat. Selain itu, proses pembakaran sate yang sering kali melibatkan tambahan lemak gajih atau margarin turut meningkatkan kadar lemak jenuh.
Daging kambing juga mengandung senyawa alami bernama tiramin dan kadar zat besi yang lumayan tinggi. Pada individu yang sensitif, tiramin dapat merangsang pelepasan hormon yang memicu penyempitan pembuluh darah sementara, sehingga memunculkan sensasi pusing atau migrain.
Faktor porsi juga memegang peranan penting. Konsumsi sate kambing secara berlebihan dalam satu waktu membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras, sehingga aliran darah banyak terpusat ke area perut dan mengurangi alokasi oksigen sementara ke otak.
Untuk mengimbangi disarankan makan dengan asupan serat seperti lalapan mentimun, tomat, dan minum air putih yang cukup sangat membantu menetralkan efeknya. Kesimpulannya, rasa pusing usai makan sate kambing bukanlah disebabkan secara langsung oleh daging kambing itu sendiri, melainkan akibat porsi yang berlebihan dan teknik pengolahan yang tinggi natrium serta lemak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....