Rawan Tumbang, Lebih dari 100 Pohon Palem Tua dan Keropos di Rembang Mulai Ditebang

  • 07 Sep 2026 10:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang: Lebih dari 100 pohon palem tua dan keropos di sepanjang jalan protokol Kabupaten Rembang mulai ditebang Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Senin 7 September 2026. Penebangan dilakukan sebagai langkah pencegahan karena pelepah dan bagian pohon berisiko jatuh serta membahayakan pengguna jalan.

Kepala DLH Kabupaten Rembang, Ika Himawan, mengatakan kondisi pohon yang sudah tua menjadi salah satu alasan utama penebangan. Pihaknya juga menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait pelepah pohon palem yang kerap jatuh di sepanjang jalur tersebut.

“Kita identifikasi memang pohon palem usianya sudah terlalu tua, banyak yang kropos di dalam juga. Hal itu pernah menyebabkan kecelakaan tunggal, berpotensi menimpa pengendara yang melintas,” ujar Ika.

Pohon-pohon yang menjadi sasaran penebangan berada di sepanjang Jalan Pemuda hingga Perempatan Galonan. Menurut DLH, kondisi pohon yang keropos membuat pelepah maupun bagian batang berpotensi jatuh sewaktu-waktu, terlebih jalur tersebut cukup sering dilalui masyarakat.

Penebangan dilakukan secara bertahap karena DLH Rembang masih memiliki keterbatasan tenaga dan peralatan. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu hingga seluruh pohon yang dinilai berisiko dapat ditangani.

“Kita potong bertahap, tenaga dan peralatan kita terbatas, jadi membutuhkan waktu agak lama, beberapa minggu. Sensonya cuma satu, tenaga cuma lima orang, tapi kita usahakan secepatnya,” katanya.

Seorang warga yang setiap hari melintas di Jalan Pemuda, Abdul, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku sering menjumpai pelepah pohon palem jatuh di pinggir jalan sehingga menilai penebangan diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Ini bagian dari keselamatan pengendara juga, kalau pohon sudah tumbuh dan dahannya membahayakan maka penebangan perlu dilakukan,” ungkap Abdul. Ia juga menilai kondisi pohon yang berada di pinggir jalan perlu dipantau secara berkala.

“Memang perlu dimonitor sejauh mana pohon-pohon yang ada di pinggir jalan, apakah sudah membahayakan atau tidak,” katanya. Menurutnya, pemantauan dapat menjadi langkah pencegahan agar pohon yang membahayakan segera mendapatkan penanganan.

Selama proses penebangan berlangsung, DLH Rembang meminta maaf kepada masyarakat apabila aktivitas tersebut sedikit menghambat arus lalu lintas. Penebangan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan pengguna jalan.

DLH Rembang berharap masyarakat memahami adanya pengaturan lalu lintas selama proses penebangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kecelakaan akibat pohon maupun pelepah yang sudah tidak aman, sekaligus memastikan jalur yang banyak digunakan masyarakat tetap aman dilalui.. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....