Tarik Tambang dan Cerminan Falsafah Hidup Jawa

  • 08 Sep 2026 21:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Permainan tarik tambang bukan sekadar adu kekuatan fisik di tengah lapangan. Tradisi ini ternyata menyimpan makna yang sejalan dengan nilai luhur falsafah hidup masyarakat Jawa.

Fondasi utama permainan ini adalah semangat kebersamaan yang terjalin sangat erat antar pemain. Hal ini merupakan cerminan langsung dari konsep guyub rukun dalam tradisi masyarakat Jawa.

Setiap individu dalam satu regu harus rela menekan ego dan ambisi pribadinya. Mereka dituntut bersatu padu demi mencapai sebuah tujuan kemenangan yang disepakati bersama.

Praktik ini sejalan dengan prinsip sepi ing pamrih atau bekerja ikhlas tanpa pamrih. Sikap rame ing gawe terlihat nyata saat semua anggota mengerahkan tenaga secara maksimal.

Kerja keras kolektif ini mengingatkan kita pada pepatah lama holopis kuntul baris. Filosofi tersebut bermakna bahwa beban kehidupan seberat apa pun akan ringan jika dipikul bersama.

Arena permainan tradisional ini juga mengajarkan pentingnya sikap rendah hati atau ojo dumeh. Tim yang sedang menang telak tidak boleh lengah dan meremehkan kekuatan regu lawan.

Posisi kemenangan bisa dengan mudah berbalik arah hanya dalam hitungan detik saja. Kelengahan akibat kesombongan justru sering kali menjadi penyebab utama sebuah kekalahan yang menyakitkan.

Saat terdesak mundur, seorang pemain diajarkan untuk bersikap tenang dan menahan rasa sakit. Kesabaran menjadi kunci mengatur ulang strategi sebelum melakukan tarikan balasan secara serentak.

Pada akhirnya, tarik tambang bukan urusan menaklukkan lawan dengan cara yang kasar. Permainan ini justru merayakan keberhasilan kita menjaga keharmonisan lewat ikatan persaudaraan yang kokoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....