SPPG Soditan Tanggung Biaya Pengobatan Hingga Dampingi Siswa di Puskesmas

  • 05 Sep 2026 10:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem menyatakan siap menanggung biaya pengobatan siswa SMAN 1 Lasem yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut disampaikan menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa pada Kamis 3 September 2026.

Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa atas kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan penanganan medis bagi siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

"Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa," kata Achmad dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026). Pihaknya memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya kepada para siswa yang menjadi korban.

Pemilik SPPG dan jajaran juga menjenguk dan menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan santunan para siswa yang dirawat di Puskesmas. Hingga Jumat kemarin, total 28 orang yang mendapatkan penanganan medis, dari jumlah tersebut 10 siswa menjalani rawat inap.

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan pihak SPPG langsung mendatangi sekolah setelah mengetahui adanya kejadian tersebut. Kedatangan pihak SPPG untuk menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan proses pengolahan makanan MBG yang disuplai ke sekolah.

“Pihak SPPG langsung datang menyampaikan permintaan maaf, kemudian menjelaskan kronologi, cara memasak, waktu dan seterusnya,” ujar Juhartutik. Pihak sekolah juga memberikan sejumlah masukan kepada SPPG terkait kejadian tersebut.

Juhartutik membenarkan adanya komitmen dari pihak SPPG untuk menanggung biaya pengobatan siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

Sebelumnya, informasi dari pihak sekolah 752 siswa SMAN 1 Lasem diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis (3/9/2026). Sejumlah siswa mengalami keluhan berupa diare dan muntah-muntah sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....