Ratusan Siswa SMAN 1 Lasem Izin Sakit, Pascadugaan Keracunan MBG
- 05 Sep 2026 09:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, tetap berlangsung normal pascadugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis 3 September 2026. Hari Jumat, 4 September 2026, sebanyak 209 siswa dari total 1.174 siswa tercatat izin tidak masuk sekolah karena sakit.
Jumlah siswa yang izin sakit tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 752 siswa. Kondisi ini menunjukkan sebagian besar siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan telah berangsur membaik dan kembali mengikuti pembelajaran.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan kegiatan belajar mengajar pada Jumat tetap berjalan seperti biasa. Meski demikian, masih terdapat sejumlah siswa yang mengeluhkan sakit perut dan diare, tetapi memilih tetap masuk sekolah.
"Untuk hari ini anak-anak yang izin sakit masih 209, kemarin 752. Alhamdulillah sudah banyak yang membaik dan sudah mengikuti kegiatan pembelajaran," kata Juhartutik, Jumat (4/9/2026).
Menurut Juhartutik, sejumlah siswa yang masih mengalami keluhan kesehatan tetap mengikuti pembelajaran dengan membawa obat yang disediakan pihak sekolah. Beberapa siswa juga masih harus bolak-balik ke toilet karena mengalami diare.
Pihak sekolah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan siswa dan memberikan bantuan obat bagi mereka yang mengalami keluhan. Obat-obatan tersebut dibeli dari sejumlah apotek di wilayah Lasem karena jumlah siswa yang membutuhkan cukup banyak.
Sekolah juga telah berkomunikasi dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG ke SMAN 1 Lasem. Pada Jumat (4/9/2026), tidak ada pengiriman makanan MBG ke sekolah.
Selain itu, pihak sekolah tengah melakukan survei kepada siswa dan guru untuk mengetahui keberlanjutan program MBG di SMAN 1 Lasem. Hasil survei masih menunggu seluruh siswa dan guru mengisi formulir yang disediakan melalui Google Form.
Penanganan dugaan keracunan tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait. Pada Jumat (4/9/2026), Polres Rembang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Loka POM Grobogan mendatangi SMAN 1 Lasem untuk melakukan penanganan dan pemantauan.
Kasus dugaan keracunan sebelumnya terjadi setelah ratusan siswa mengonsumsi makanan program MBG pada Kamis (3/9/2026). Dari sekitar 1.174 siswa, sebanyak 752 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti diare dan muntah-muntah secara bersamaan. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....