Kemarau masih Berlangsung, Polres Kendal Kampanyekan Pencegahan Karhutla
- 01 Sep 2026 17:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah secara sembarangan.
"Kemarau membuat kondisi lahan semakin kering sehingga api lebih mudah merambat. Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati dan tidak bermain api,” pesan Kapolres Kendal, Selasa (1/9/2026).
Selain larangan membakar lahan, Kapolres Kendal juga meminta masyarakat, untuk memastikan api benar-benar padam setelah digunakan. Pasalnya, bara api maupun sumber panas yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat menjadi pemicu kebakaran.
"Waspadai kawasan yang rentan terbakar, seperti lahan kering, semak belukar, kebun dan kawasan hutan. Cegah sebelum membesar, karena satu sumber api kecil bisa dengan cepat meluas apabila kondisi di sekitarnya kering,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta segera melapor apabila melihat titik api, kepulan asap atau kejadian kebakaran, agar dapat ditangani secepat mungkin. Layanan Kepolisian 110 dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian.
"Pencegahan sejak dini lebih penting, karena kebakaran lahan tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan permukiman apabila api meluas," ujarnya.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Iwan Sulistyo pun mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di area yang rawan dengan perambatan api. Demikian pula kepada dan petani, agar tidak membakar sisa-sisa tanaman, seperti batang atau daun jagung di tengah dekat rumput kering atau alang-alang.
"Jangan membakar sampah atau sisa-sisa tanaman yang ditinggal begitu saja untuk menghindari perambatan api yang meluas," imbaunya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....