Sempat Viral di Mimbar Ekspresi, Ahmad Fajar Kini Pimpin Forum BEM Se-Rembang
- 31 Agt 2026 07:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang – Mahasiswa yang sebelumnya dikenal publik setelah menyampaikan sejumlah tuntutan melalui aksi teatrikal Mimbar Ekspresi di depan DPRD Rembang, Ahmad Fajar Mushoffa kini dipercaya memimpin Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Rembang. Ia didaulat sebagai koordinator forum dalam pertemuan BEM lintas perguruan tinggi di Rumah Oei Lasem, Selasa, 25 Agustus 2026.
Penunjukan Fajar disepakati oleh perwakilan BEM dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Rembang. Forum tersebut diikuti mahasiswa dari STAINU Rembang, STAI Al-Kamal, STAI Al-Anwar, STAI Al-Hidayat, dan UYR.
Fajar merupakan pemuda asli Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Saat ini, ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Rembang.
Nama Fajar sebelumnya mencuat saat mengikuti aksi teatrikal Mimbar Ekspresi di halaman gedung DPRD Rembang pada September 2025. Ketika itu, ia naik ke atas kursi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan di hadapan Bupati Rembang dan pimpinan DPRD.
Kini, melalui Forum BEM Se-Rembang, Fajar kembali mendapat ruang untuk mengonsolidasikan mahasiswa lintas perguruan tinggi. Ia mengatakan forum tersebut dibentuk bukan sekadar sebagai wadah diskusi, tetapi juga untuk menghasilkan gagasan dan gerakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Wadah persatuan, karena bisa menjadi forum silaturahmi. Ini bukan sekat baru di kalangan mahasiswa, justru inilah ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan, meski berbeda kampus,” ujar Fajar.
Menurutnya, keberagaman latar belakang perguruan tinggi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk membangun gerakan bersama. Sebaliknya, perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memperkaya gagasan dalam merespons berbagai persoalan masyarakat.
Fajar menilai Forum BEM Se-Rembang perlu menjadi pusat pemikiran sekaligus ruang untuk mengimplementasikan gagasan mahasiswa. Oleh karena itu, gerakan mahasiswa tidak cukup berhenti pada diskusi dan wacana, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan yang memiliki dampak nyata.
Ia juga menegaskan forum yang dipimpinnya akan menjaga independensi dalam setiap gerakan agar mahasiswa tetap dapat menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa tekanan maupun intervensi politik praktis dari pihak mana pun. “Pijakan kami bergerak demi kebenaran dan keadilan sosial,” ujarnya.
Ke depan, Forum BEM Se-Rembang akan memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarkampus. Konsolidasi tersebut diharapkan melahirkan gerakan mahasiswa yang lebih solid sekaligus mampu menjalankan peran sebagai kekuatan intelektual dan kontrol sosial di tengah masyarakat.
Fajar berharap keberadaan forum dapat menjadi ruang bersama bagi mahasiswa untuk menyatukan gagasan tanpa menghilangkan identitas masing-masing kampus. “Bersatu dalam gagasan, bergerak dalam tindakan dan tentu berpihak pada kepentingan rakyat,” ucapnya. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....