Jemaah Umrah Kenang Jejak Nasionalisme Ulama Indonesia di Makkah
- 21 Agt 2026 09:33 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Makkah – Sejumlah jemaah umrah memanfaatkan waktu istirahat setelah menjalankan ibadah umrah dengan berziarah ke kompleks pemakaman Ma'la, Makkah. Dalam ziarah tersebut, jemaah mengenang jejak nasionalisme ulama Indonesia melalui makam KH Muslih bin Abdurahman atau Mbah Muslih Mranggen, KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen Sarang, dan Syekh Nawawi al-Bantani atau Mbah Nawawi Banten.
Ketua Kelompok Umrah Biro Alfazza (PT Alfazza Nabawi Tour dan Travel), Ust. Ahmad Rifqi Hidayat AH, mengatakan ziarah tersebut menjadi kesempatan bagi jemaah untuk mengenal lebih dekat kiprah para ulama Indonesia. Menurutnya, para ulama tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan dan kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki sejarah perjuangan bagi bangsa.
Rifqi menuturkan, KH Muslih bin Abdurahman dikenal sebagai ulama tarekat sekaligus tokoh yang memiliki peran dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mbah Muslih juga dikenal sebagai sosok yang membesarkan Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Kabupaten Demak.
"Mbah Muslih bukan hanya ulama tarekat yang terkenal dan membesarkan pesantren Futuhiyyah Mranggen. Akan tetapi, juga pejuang kemerdekaan," kata Rifqi dalam keterangan tertulis Jumat, 21 Agustus 2026.
Rifqi yang pernah menjadi Ketua Keluarga Santri Semarang (Kesis) Mranggen melanjutkan, Mbah Muslih tercatat sebagai anggota Laskar Hizbullah. Mbah Muslih pernah mengikuti latihan kemiliteran bersama KH Abdullah Abbas Buntet Cirebon.
Ia juga menyebut Mbah Muslih pernah memegang komando pasukan Sabilillah yang beranggotakan para kiai dan ulama di wilayah Demak selatan atau front Semarang wilayah tenggara. "Setelah Mbah Mad (KH Ahmad Muthohar) wafat, pihak keluarga menemukan bukti bahwa Mbah Mad sebagai sekretaris, dan komandannya itu Mbah Muslih," ujarnya.
Menurut Rifqi, kiprah Mbah Muslih menjadi salah satu gambaran bahwa ulama Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. Ia menilai peran ulama tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga agama sekaligus mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan Indonesia.
Sementara itu, Tour Leader Biro Alfazza, Ust. Muhammad Zainuddin AH, mengatakan sosok KH Maimoen Zubair juga dikenal memiliki konsistensi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, kiprah Mbah Moen dalam kehidupan kebangsaan telah diakui oleh berbagai kalangan.
Ia menjelaskan, ziarah ke makam para ulama tersebut bukan agenda wajib dari biro perjalanan. "Ziarah pada 18 Agustus 2026 ini merupakan inisiatif dari semua jemaah, karena memang ingin mendapatkan berkah para ulama nasionalis," jelasnya.
Zainuddin berharap pengalaman tersebut semakin memperkuat pemahaman jemaah mengenai kiprah ulama Indonesia. "Jadi ulama Indonesia itu Insyaallah tidak hanya fokus mengajar dan mendidik ilmu agama, lebih dari itu juga menanamkan nasionalisme kepada bangsa Indonesia," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....