Muktamar Tapak Suci Buka Peluang UMKM Dongkrak Omzet
- 09 Agt 2026 05:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID Semarang - Kehadiran 52 delegasi mancanegara dalam Muktamar Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan omzet penjualan. Pedagang dari berbagai daerah memanfaatkan tingginya mobilitas peserta dengan menawarkan atribut, pakaian, serta oleh-oleh khas daerah.
Salah satu pedagang yang memanfaatkan peluang tersebut adalah Hendi Rohendi, pelaku UMKM asal Bandung, Jawa Barat. Dia datang bersama dua rekannya sejak Rabu 5 Agutus 2026 itu membawa sekitar 600 kaos bermotif khusus hasil desain sendiri, serta produk kuliner seperti dodol dan aneka kue basah.
Hendi mengatakan, penjualan pada hari-hari awal muktamar masih belum sesuai harapan karena jumlah peserta yang beraktivitas di lokasi belum mencapai puncaknya. Meski demikian, ia optimistis peluang transaksi akan meningkat ketika rangkaian kegiatan memasuki agenda yang lebih ramai.
"Hari ini baru laku satu pics kaos karena masih sepi. Mudah-mudahan saat kegiatan di Simpang Lima besok, penjualan mulai ramai dan banyak orang yang beli oleh-oleh," ujar Hendi Sabtu 8 Agustus 2026
Peluang serupa dimanfaatkan Soni, pemilik usaha Soni Advertising. Pedagang asal Padang yang kini menetap di Jakarta itu menjual beragam atribut Muktamar Tapak Suci, mulai dari pin, rompi, topi, gantungan kunci, pulpen, hingga kaos olahraga.
Soni menjual produk tersebut dengan harga bervariasi, mulai Rp35 ribu hingga Rp150 ribu per unit. Menurutnya, transaksi sudah mulai terjadi, tetapi jumlah pembeli masih terbatas karena peserta yang datang belum maksimal.
"Udah ada yang laku, tapi memang masih belum banyak yang beli, peserta juga (belum maksimal)," kata Soni.
Potensi pasar semakin besar karena Muktamar Tapak Suci tidak hanya diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga 52 delegasi mancanegara. Mereka merupakan perwakilan wilayah luar negeri Tapak Suci dari Singapura, Jerman, Belanda, Aljazair, Nigeria, Kazakhstan, Timor Leste, dan Pakistan.
Para pelaku UMKM berharap meningkatnya aktivitas peserta hingga puncak rangkaian kegiatan, termasuk agenda di kawasan Simpang Lima Semarang, dapat mendongkrak omzet. Selain meningkatkan penjualan, kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara juga menjadi peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas.(alya mg)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....