Jamu Gendong, Warisan Tradisi yang Tak Lekang oleh Waktu

  • 20 Jul 2026 16:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Jamu tradisional masih menjadi pilihan sebagian masyarakat ditengah maraknya minuman kekinian yang terus bermunculan. Di beberapa sudut Kota Semarang, pedagang jamu gendong masih mudah untuk ditemukan.

Berbagai macam varian jamu seperti kunyit asem, beras kencur dan pahitan masih dijual setiap harinya. Minuman tersebut dikenal sebagai minuman herbal yang telah dikonsumsi oleh masyarakat sejak lama.

Beberapa masyarakat memilih jamu sebagai minuman pendamping untuk menjaga kebugaran tubuh. Kebiasaan tersebut yang membuat permintaan terhadap jamu tradisional masih tetap ada.

Penjual jamu gendong masih menggunakan cara penyajian sederhana dengan membawa berbagai jenis jamu dalam botol kaca. Ini menjadi ciri khas yang masih sering kita jumpai, terkadang ada beberapa penjual yang berkeliling menggunakan sepeda.

Di tengah tren kopi dan matcha yang sedang ramai, jamu masih memiliki banyak penggemarnya. Rasanya yang khas dan penggunaan bahan alami menjadi salah satu alasan masyarakat masih mengonsumsinya.

Keberadaan penjual jamu gendong turut menjadi bagian dari pelestarian minuman tradisional Indonesia. Hal tersebut juga memperlihatkan bahwa usaha kuliner tradisional masih mampu bertahan ditengah perubahan gaya hidup masyarakat.

Minat masyarakat terhadap jamu tradisional menunjukkan bahwa tidak semua kebiasaan lama ditinggalkan oleh perkembangan zaman. Sebaliknya, tradisi tersebut tetap memiliki ruang ditengah gaya hidup masyarakat modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....