Petugas Gabungan Sita Lebih dari 500 Bungkus Rokok Ilegal di Rembang

  • 07 Jul 2026 19:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang bersama Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah instansi terkait terus memperkuat upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal melalui operasi gabungan yang digelar pada Selasa 7 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan lebih dari 10 ribu batang rokok ilegal dari sejumlah toko di wilayah Kabupaten Rembang.

Operasi gabungan melibatkan Satpol PP Kabupaten Rembang, Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Kantor Bea Cukai Kudus, Kodim 0720 dan Polres Rembang. Selain itu Kejaksaan Negeri Rembang, Bagian Hukum dan Bagian Perekonomian Setda Rembang, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang.

Tim menyasar sejumlah toko di Kecamatan Pamotan, Kragan, dan Sarang. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan berbagai merek rokok yang diduga tidak memenuhi ketentuan di bidang cukai. Temuan terbanyak berada di Desa Temperak, Kecamatan Sarang, dan Desa Sumurpule, Kecamatan Kragan.

Salah seorang pemilik toko di Kecamatan Kragan, Ahmad, mengaku tidak mengetahui bahwa rokok yang dijualnya merupakan rokok ilegal. Menurutnya, barang tersebut hanya dititipkan oleh seseorang dengan sistem pembayaran setelah barang terjual.

"Saya tidak tahu apakah itu rokok legal atau ilegal. Yang jelas ada titipan dari seseorang, dan pembayarannya juga tempo. Saya juga tidak terlalu mencari tahu, mungkin karena harganya lebih murah," katanya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang, Slamet Hariyanto, mengatakan dalam operasi tersebut petugas mengamankan sebanyak 512 bungkus atau 10.235 batang rokok ilegal. Seluruh barang bukti selanjutnya diserahkan kepada Kantor Bea Cukai Kudus untuk proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kegiatan operasi ini akan dilakukan secara terus-menerus sebagai upaya penegakan hukum dan pemberantasan peredaran rokok ilegal. Kami mengimbau kepada para penjual maupun masyarakat agar hanya memperjualbelikan dan membeli rokok yang legal," ujar Slamet.

Ia menambahkan, operasi gabungan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menekan peredaran rokok ilegal sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan cukai. Selain penindakan, pemerintah juga terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin memahami ciri-ciri rokok legal dan dampak negatif peredaran rokok ilegal terhadap penerimaan negara maupun iklim usaha.

Pemkab Rembang akan terus bersinergi dengan Bea Cukai dan aparat penegak hukum dalam melaksanakan operasi serupa secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan peredaran rokok ilegal, melindungi masyarakat, menjaga penerimaan negara dari sektor cukai, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. (mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....