Fenomena Flexing Makin Marak di Media Sosial
- 02 Jul 2026 09:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Fenomena flexing atau pamer gaya hidup semakin marak di media sosial. Banyak pengguna membagikan kemewahan sebagai bentuk eksistensi di ruang digital.
Flexing kerap menampilkan barang mahal, liburan mewah, hingga pencapaian pribadi. Hal ini sering dianggap sebagai simbol kesuksesan oleh sebagian orang.
Namun, tren ini juga menimbulkan tekanan sosial terutama di kalangan anak muda. Perbandingan diri dengan orang lain dapat memicu rasa tidak percaya diri.
| Baca juga: Tips Manfaatkan Liburan untuk Detoks Digital |
Media sosial berperan besar dalam mempercepat penyebaran budaya flexing. Konten yang menarik dan viral membuat tren ini semakin mudah diikuti.
Di sisi lain, tidak semua yang ditampilkan mencerminkan kondisi sebenarnya. Beberapa konten dibuat semata untuk membangun citra tertentu di mata publik.
Salah satu pengguna media sosial, Farida (22) mengaku pernah merasa tertekan akibat sering melihat konten flexing. “Kadang jadi ngerasa tertinggal, padahal belum tentu semuanya nyata,” ujarnya.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Memahami bahwa tidak semua yang terlihat adalah realita menjadi kunci utama.
Dengan kesadaran yang tepat, media sosial dapat tetap digunakan secara sehat. Tren flexing sebaiknya tidak menjadi tolok ukur dalam menilai diri sendiri maupun orang lain. (Fildzah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....