Pemadaman Listrik Bergilir di Rembang, PLN Beri Penjelasan

  • 20 Jun 2026 09:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Kabupaten Rembang menimbulkan keluhan dari masyarakat. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga berdampak pada pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Warga Kecamatan Sulang, Anam, mengaku kesulitan menjalankan usahanya ketika listrik padam selama beberapa jam. Pemadaman listrik yang berlangsung rata-rata dua hingga tiga jam membuat es batu yang disimpan di lemari pendingin cepat mencair.

“Kalau sering mati listrik seperti ini tentu merugikan. Kami yang berjualan jadi kesulitan. Harapannya kondisi segera normal kembali,” ujarnya.

Keluhan serupa juga datang dari Kepala Desa Leran, Kecamatan Sluke, Imron Rosidi. Ia menilai masyarakat kerap mempertanyakan mengapa wilayah yang berdekatan dengan PLTU Sluke tetap mengalami pemadaman listrik.

Menurut Imron, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, gangguan pasokan listrik tidak berasal dari PLTU Sluke, melainkan dipengaruhi kondisi sistem kelistrikan yang lebih luas.

“Warga sering bertanya karena posisi desa kami dekat dengan PLTU. Setelah kami tanyakan, dijelaskan bahwa gangguannya bukan dari PLTU Sluke, tetapi dari sistem di wilayah lain,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, pemadaman bergilir pada Jumat (19/6/2026) terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Sulang dan Gunem pada pagi hari. Sementara pada siang hingga sore, pemadaman dijadwalkan berlangsung di kawasan Ngotet, Jalan Pemuda, Kumendung, Sridadi, Tlogomojo, Padaran, Japerejo, Sendangagung, Ketangi hingga kawasan PT HSK.

Adapun pada sore hingga malam hari, pemadaman menyasar sejumlah desa seperti Pulo, Waru, Magersari, Sendangagung, Banyudono, Purworejo, Pantiharjo, Tambakagung, Tunggulsari, Mojorembun, Tasikharjo dan wilayah sekitarnya.

Manager PLN UP3 Rembang menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan sebagai langkah penyesuaian beban akibat berkurangnya pasokan listrik dari sistem pembangkit. Kondisi tersebut dipicu adanya kendala teknis operasional yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai tenaga listrik.

PLN memastikan penyesuaian beban dilakukan secara terbatas dan bergilir guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Masyarakat juga diminta untuk memantau informasi resmi dari PLN terkait jadwal pemadaman maupun perkembangan kondisi pasokan listrik.

Hingga saat ini, PLN terus melakukan upaya pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal dan kebutuhan pelanggan di Kabupaten Rembang dapat terpenuhi secara optimal. (Mif)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....