Penemuan Tengkorak di Hutan Sukorejo Gegerkan Warga

  • 01 Jun 2026 21:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Warga di sekitar kawasan hutan Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, dibuat heboh dengan penemuan tengkorak manusia dan sejumlah tulang belulang serta kaos merah dan sendal pada Senin pagi, 1 Juni 2026. Temuan tersebut berada di area hutan yang berbatasan dengan Desa Sudo, Kecamatan Sulang, serta Desa Pelemsari, Kecamatan Sumber.

Kepala Desa Sukorejo, Iris Gunartini, mengatakan, informasi mengenai penemuan itu diterimanya sekitar pukul 07.00 WIB. Tengkorak pertama kali diketahui oleh seorang warga Desa Pelemsari bernama Susilo Anung Rohmad (30) saat sedang membersihkan lahan di kawasan tersebut.

“Yang menemukan sedang membersihkan lahan. Setelah melihat ada tengkorak, dia langsung pulang karena takut dan memberi tahu keluarganya,” ujar Iris.

Informasi itu kemudian diteruskan kepada pemerintah desa karena lokasi penemuan masuk wilayah administratif Desa Sukorejo. Selanjutnya, pihak desa melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumber.

Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Rembang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Karena medan yang cukup sulit, petugas harus berjalan kaki menuju lokasi.

Menurut Iris, area penemuan berada cukup jauh dari permukiman warga. Dari perkampungan terdekat, jaraknya diperkirakan sekitar empat kilometer.

“Kalau dari arah Desa Sudo justru lebih dekat. Lokasinya memang di tengah kawasan hutan yang cukup sepi,” katanya.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala desa di sekitar lokasi guna mencari kemungkinan identitas korban. Namun hingga kini belum ada laporan warga Desa Sukorejo yang dinyatakan hilang.

Beberapa warga dari desa lain yang pernah kehilangan anggota keluarga juga sempat mendatangi lokasi, tetapi belum dapat memastikan identitas korban karena kondisi tulang belulang yang sudah sulit dikenali.

Proses olah TKP sempat terkendala karena lokasi tertutup semak belukar yang cukup rapat. Petugas harus membersihkan area sekitar sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Mobil tidak bisa masuk sampai titik lokasi. Dari tempat parkir masih harus berjalan kaki sekitar 15 menit,” ungkap Iris.

Seluruh barang bukti berupa tengkorak, tulang belulang, pakaian, dan sandal telah dievakuasi ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk keperluan identifikasi.

Dugaan awal mengarah pada korban berjenis kelamin laki-laki. Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematiannya, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur tindak pidana. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....