Mengenal Istilah Bed Rotting
- 01 Jun 2026 20:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Fenomena menghabiskan waktu seharian di atas kasur atau bed rotting kini menjadi tren pemulihan energi yang kontroversial. Istilah unik ini pertama kali mendadak viral melalui media sosial dan banyak dipraktikkan oleh para generasi muda.
Secara harfiah, istilah tersebut menggambarkan aktivitas berdiam diri di dalam kamar tanpa melakukan pekerjaan fisik yang berarti. Pelaku tren ini biasanya akan menghabiskan waktu dengan menonton film, bermain ponsel, hingga makan di atas tempat tidur.
Banyak orang mengklaim bahwa aktivitas rebahan ekstrem ini adalah bentuk perawatan diri terbaik untuk melepaskan penat harian. Mereka merasa bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan waktu istirahat total setelah menghadapi tekanan kerja yang sangat tinggi.
Namun, para pakar kesehatan mental mulai memberikan peringatan dini mengenai dampak buruk dari kebiasaan pasif tersebut. Menghabiskan waktu terlalu lama di atas kasur justru dapat memicu rasa malas dan menurunkan produktivitas harian Anda.
Secara fisik, kurang bergerak dalam jangka waktu lama berisiko melemahkan otot tubuh serta mengganggu kelancaran sirkulasi darah. Selain itu, fungsi kasur yang berubah menjadi tempat beraktivitas lain dapat merusak pola tidur alami manusia modern.
Otak akan mulai kesulitan membedakan antara waktu untuk bekerja, bersantai, dan waktu yang tepat untuk tidur malam. Kondisi psikologis seseorang yang sedang mengalami stres berat juga berpotensi memburuk akibat terlalu lama mengisolasi diri sendiri.
Rebahan seharian sering kali menjadi kedok dari gejala depresi yang tidak disadari oleh individu yang bersangkutan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk bisa membedakan antara istirahat yang sehat dengan bed rotting.
Istirahat yang berkualitas seharusnya membuat tubuh terasa segar kembali, bukan malah membuat badan menjadi semakin lemas lunglai. Jika Anda merasa sangat lelah, batasi waktu rebahan maksimal hanya beberapa jam saja dalam satu hari libur.
Cobalah mencari alternatif pemulihan energi lain yang jauh lebih sehat seperti berjalan kaki santai di taman kota. Melakukan hobi kreatif atau mengobrol bersama teman dekat juga efektif mengembalikan stamina mental yang sedang menurun drastis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....