Apa itu Fenomena Blue Full Moon?
- 01 Jun 2026 19:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Fenomena astronomi bernama blue full moon atau bulan purnama biru selalu berhasil menarik perhatian masyarakat. Meskipun memiliki nama yang unik, istilah ini sama sekali tidak merujuk pada perubahan warna bulan menjadi biru.
Bulan purnama biru merupakan sebutan untuk peristiwa alam yang merujuk pada kemunculan bulan purnama ekstra dalam kalender. Secara umum, terdapat dua jenis definisi ilmiah yang digunakan para astronom untuk menentukan terjadinya fenomena langka ini.
Definisi pertama adalah bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan masehi yang sama di kalender kita. Hal ini bisa terjadi karena siklus bulan purnama rata-rata berulang setiap dua puluh sembilan setengah hari sekali.
Sementara itu, jumlah hari dalam satu bulan masehi biasanya berkisar antara tiga puluh hingga tiga puluh satu. Definisi kedua yang digunakan adalah bulan purnama ketiga yang muncul dalam satu musim astronomi dengan empat purnama.
Normalnya, dalam satu musim yang berlangsung selama tiga bulan hanya akan terjadi tiga kali fenomena bulan purnama. Kemunculan bulan purnama ekstra ini disebabkan oleh akumulasi selisih hari antara kalender matahari dengan kalender lunar.
Fenomena blue full moon tergolong cukup jarang terjadi, biasanya hanya muncul sekali dalam waktu dua setengah tahun. Kelangkaan inilah yang kemudian melahirkan sebuah ungkapan bahasa Inggris populer yang berbunyi once in a blue moon.
Ungkapan tersebut sering digunakan oleh masyarakat dunia untuk menggambarkan suatu peristiwa yang sangat jarang sekali terjadi. Secara visual, penampilan fisik bulan purnama biru akan terlihat sama persis seperti bulan purnama pada umumnya.
Bulan akan tetap memancarkan cahaya terang berwarna putih keperakan atau sedikit kekuningan yang sangat indah di langit. Namun, dalam kondisi atmosfer tertentu yang sangat langka, bulan memang bisa terlihat benar-benar berwarna kebiruan secara fisik.
Hal itu terjadi jika atmosfer bumi dipenuhi oleh partikel asap atau debu akibat letusan gunung berapi dahsyat. Partikel besar tersebut akan menyaring cahaya merah dan hanya melewatkan cahaya biru ke dalam mata manusia bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....