Tips Menyimpan Salak agar Awet
- 26 Mei 2026 16:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Salak merupakan salah satu buah tropis asli Indonesia yang sangat digemari karena rasanya yang unik. Perpaduan antara manis, sedikit asam, dan sepat, lengkap dengan teksturnya yang renyah menjadi daya tarik tersendiri.
Namun di balik kulitnya yang bersisik keras mirip ular, daging buah salak sebenarnya cukup sensitif terhadap kelembapan. Jika disimpan dengan cara yang salah, salak akan cepat melunak, berair, tumbuh jamur, dan akhirnya membusuk dalam hitungan hari saja.
Oleh karena itu memahami teknik penyimpanan yang benar sangat penting agar kesegaran dan kerenyahannya tetap terjaga. Sebelum menyimpan salak adalah melakukan proses sortir dan memastikan kondisinya kering.
Pisahkan buah yang sudah terlalu matang atau memiliki memar pada kulitnya, karena bagian yang rusak tersebut akan memicu pembusukan lebih cepat dan dapat menular k. Jika salak habis dicuci atau terkena air hujan, keringkan terlebih dahulu menggunakan kain lap bersih atau tisu dapur sebelum disimpan dalam waktu lama.
Tempatkan salak di dalam wadah yang terbuka, seperti keranjang anyaman bambu atau wadah plastik yang memiliki lubang sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan salak di dalam kantong plastik yang diikat rapat pada suhu ruang.
Manfaatkan kulkas atau lemari pendingin adalah solusi yang tepat untuk menyimpan salak dalam waktu lama. Bungkus salak menggunakan kertas koran, kertas cokelat, atau tisu dapur tebal terlebih dahulu, kemudian masukkan ke dalam wadah plastik atau kantong zip-lock yang diberi sedikit lubang.
Kertas berfungsi untuk menyerap kelembapan berlebih di dalam kulkas, sehingga salak bisa bertahan tetap garing dan segar hingga 1 sampai 2 minggu ke depan. Terakhir metode pengolahan adalah alternatif penyimpanan jangka panjang yang sangat cerdas, dengan dibuat manisan misalnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....