Cara Mencuci Daging Kurban yang Benar sebelum Dimasak
- 26 Mei 2026 10:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha membuat stok daging melimpah dan menjadi satu waktu yang dinantikan untuk mengolah berbagai hidangan berbahan daging. Dibalik antusiasme tersebut, masih banyak masyarakat yang keliru dalam memperlakukan daging kurban sesampainya di rumah, terutama dalam urusan mencuci daging sebelum dimasak.
Banyak orang yang secara refleks langsung memasukkan daging kurban ke dalam wastafel dan mencucinya di bawah air mengalir yang deras. Kebiasaan ini dipicu oleh anggapan bahwa air akan membersihkan kotoran dan darah yang menempel pada daging.
Padahal menurut para pakar kesehatan dan keamanan pangan, tindakan mencuci daging mentah dengan cara biasa justru dapat memicu bahaya laten yang merugikan kesehatan keluarga. Ketika daging mentah terkena cipratan air, bakteri patogen yang berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter yang mungkin ada pada permukaan daging tidak akan mati.
Sebaliknya, bakteri-bakteri tersebut akan menyebar bersama cipratan air ke area sekitar tempat cuci piring, termasuk ke peralatan makan, permukaan meja dapur, hingga pakaian. Fenomena ini dikenal dengan istilah kontaminasi silang, yang menjadi salah satu penyebab utama keracunan makanan di lingkup rumah tangga.
Langkah pertama yang paling direkomendasikan adalah langsung merebus daging dalam air mendidih. Proses perebusan ini dinilai jauh lebih efektif untuk membunuh bakteri sekaligus meluruhkan kotoran.
Saat air rebusan pertama mulai berbusa dan mengeluarkan kotoran serta sisa darah, segera buang air tersebut. Kemudian bilas dagingnya sebentar dengan air bersih, lalu rebus kembali dengan air baru hingga empuk.
Apabila menemukan kotoran yang kasat mata seperti rambut atau pasir yang menempel erat pada daging kurban, jangan panik. Cukup bersihkan secara lokal menggunakan tisu dapur yang bersih dan sedikit basah, lalu keringkan kembali permukaan daging tersebut sebelum dipotong-potong.
Dengan menerapkan langkah-langkah penanganan yang tepat, kita tidak hanya menjaga kualitas nutrisi dan tekstur dari daging kurban tersebut. Namun juga melindungi seluruh anggota keluarga dari risiko penyakit akibat bakteri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....