Sunah sebelum Sholat Idul Adha, Raih Pahala Berlipat
- 26 Mei 2026 09:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID,Semarang – Peringatan Hari Raya Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan Qurban, sebelumnya diawali terlebih dahulu dengan Sholat Idul Adha. Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan sebelum Sholat Idul Adha, yang memiliki nilai pahala dan menyempurnakan ibadah.
Melaksanakan amalan sunnah ini bukan sekadar rutinitas tanpa makna, melainkan bentuk taqwa dan ikhtiar untuk meneladani Rasulullah SAW. Berbeda dengan Idul Fitri yang kental dengan suasana berbuka setelah sebulan penuh berpuasa, Idul Adha memiliki karakteristik dan keutamaan tersendiri.
Mengetahui dan mempraktikkan adab serta sunnah sebelum shalat akan membuat ibadah kita terasa lebih khusyuk dan bernilai di sisi Allah SWT. Amalan sunnah yang pertama dan sangat dianjurkan adalah mandi sebelum berangkat shalat Id.
Sunnah ini berlaku bagi seluruh umat Muslim, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. Mandi hari raya ini bertujuan untuk membersihkan diri dari hadats dan bau yang tidak sedap, sehingga ketika berkumpul dengan jamaah lain, suasana tetap nyaman dan bersih.
Berbeda terbalik dengan Idul Fitri yang disunnahkan untuk sarapan terlebih dahulu, pada Idul Adha kita justru disunnahkan untuk menunda makan. Umat Muslim dianjurkan untuk tidak menyantap makanan apa pun sejak terbit fajar sampai selesai menunaikan shalat Idul Adha.
“Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri sebelum makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau kembali (dari shalat id), lalu beliau makan dari daging sembelihannya." (HR. Ahmad). Hikmah di balik sunnah ini adalah agar makanan pertama yang masuk ke dalam tubuh kita di hari raya tersebut adalah daging dari hewan yang dikurbankan.
Selanjutnya, umat Muslim juga disunnahkan untuk memakai pakaian terbaik yang dimiliki serta memakai wewangian (khusus bagi laki-laki). Mengenakan pakaian terbaik tidak berarti harus baru atau mewah, melainkan pakaian yang paling bersih, rapi, dan menutup aurat dengan sempurna.
Sepanjang perjalanan menuju tempat shalat, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca takbir, tahmid, dan tahlil. Mengumandangkan takbir secara lisan maupun dalam hati merupakan syiar untuk mengagungkan asma Allah SWT.
Terakhir, Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk berjalan kaki menuju tempat ibadah jika jaraknya memungkinkan. Serta mengambil rute perjalanan yang berbeda saat berangkat dan pulang, yang memiliki filosofi untuk memperbanyak silaturahmi dengan tetangga yang berpapasan, sekaligus membagikan keceriaan hari raya kepada lebih banyak orang di sepanjang jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....