Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha
- 26 Mei 2026 08:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah akan diperingati hari Rabu 27 Mey 2026. Sebelum memotong hewan Qurban, momen sakral tersebut diawali dengan Ibadah Sholat Idul Adha yang bisa dilaksanakan berjamaah di Masjid atau lapangan terbuka.
Ibadah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) ini menjadi simbol ketakwaan sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi antarumat Muslim. Agar ibadah tahunan ini berjalan dengan khusyuk dan sah sesuai tuntunan syariat, setiap Muslim dianjurkan untuk menyegarkan kembali ingatan mereka mengenai rukun dan tata caranya.
Berbeda dengan shalat lima waktu atau shalat Jumat, shalat Idul Adha memiliki struktur khusus, terutama pada jumlah takbir di rakaat pertama dan kedua. Berikut adalah panduan lengkap niat dan tata cara shalat Idul Adha.
Langkah paling mendasar sebelum memulai shalat adalah memantapkan niat di dalam hati. Jika Anda bertindak sebagai makmum, berikut adalah lafal niat yang dapat dibaca:
“Ushalli sunnatan li ‘Îdil Adhhâ rak’ataini ma’mûman lillâhi ta’âlâ.”
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta’ala."
Sementara itu, bagi Anda yang ditunjuk menjadi imam, lafal niatnya adalah sebagai berikut:
“Ushalli sunnatan li ‘Îdil Adhhâ rak’ataini imâman lillâhi ta’âlâ.”
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta’ala."
Secara garis besar shalat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat tanpa didahului oleh azan maupun iqamah. Setelah membaca niat, shalat dimulai dengan Takbiratul Ihram seperti shalat pada umumnya, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa iftitah secara sirr (perlahan).
Perbedaan mencolok baru dimulai setelah doa iftitah, di mana jamaah disunnahkan untuk melakukan takbir sebanyak 7 kali. Di antara setiap takbir tersebut, jamaah dianjurkan membaca kalimat tasbih: “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”
Setelah takbir ketujuh, barulah imam membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek (dianjurkan surat Al-A'la), lalu melanjutkan gerakan ruku hingga sujud seperti biasa. Setelah bangkit dari sujud kedua di rakaat pertama, jamaah memasuki rakaat kedua dengan mengucap takbir intiqal (takbir perpindahan gerakan).
Pada rakaat kedua ini, jamaah kembali disunnahkan untuk melakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali. Sama seperti rakaat pertama, di sela-sela kelima takbir tersebut, jamaah membaca kalimat tasbih yang sama.
Usai takbir kelima, imam akan membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek pilihan (dianjurkan surat Al-Ghasyiyah). Gerakan selanjutnya dilakukan seperti shalat biasa hingga mencapai duduk tahiyyat akhir dan diakhiri dengan salam.
Satu hal yang tidak boleh dilewatkan setelah salam adalah mendengarkan khutbah Idul Adha, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya dilakukan sebelum shalat, khutbah Idul Adha dilaksanakan setelah shalat selesai. Menyimak khutbah ini hukumnya sunnah yang sangat dianjurkan untuk menyempurnakan pahala hari raya.
Mengingat pentingnya momen ini, umat Muslim diimbau untuk datang lebih awal ke tempat pelaksanaan shalat guna mengumandangkan takbir bersama-sama. Dengan memahami niat dan tata cara di atas, diharapkan ibadah shalat Idul Adha kita tahun ini dapat berjalan dengan lebih khidmat dan diterima oleh Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....