Tips Mengasah Pisau untuk Qurban agar Sesuai Syariat

  • 26 Mei 2026 08:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah selain mempersiapkan qurban terbaik, kesiapan alat penyembelihan juga harus diperhatikan. Memastikan pisau dalam kondisi tajam bukan sekedar urusan teknis melainkan juga bagian dari Syariat Islam, yang bertujuan tidak menyiksa hewan yang akan disembelih.

Pisau yang tumpul berisiko menyiksa hewan qurban karena proses pemotongan menjadi lebih lama dan menyakitkan. Sebaliknya pisau yang setajam silet akan memutuskan saluran napas, saluran makanan, dan dua pembuluh darah utama dalam sekali sayatan cepat tanpa beban tambahan bagi hewan.

Oleh karena itu, mengasah pisau dengan teknik yang benar menjadi keahlian wajib bagi para panitia qurban dan masyarakat yang ingin menyembelih mandiri. Media pengasah yang disarankan untuk menggunakan batu asah dua sisi (combination whetstone) yang memiliki tingkat kekasaran (grit) berbeda.

Gunakan grit rendah (sekitar 400–800) untuk memperbaiki bilah pisau yang gompal atau sangat tumpul. Sementara itu, gunakan grit tinggi (2000–6000) untuk tahapan finishing guna menghaluskan dan menciptakan ketajaman yang presisi.

Sebelum mulai mengasah, rendamlah batu asah di dalam air selama 10 hingga 15 menit sampai tidak ada lagi gelembung udara yang keluar. Air berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi panas akibat gesekan yang dapat merusak struktur baja pisau

Kunci utama dari pisau yang tajam adalah konsistensi sudut asah, untuk pisau sembelih, sudut ideal yang dianjurkan adalah antara 15° hingga 20°. Pertahankan sudut ini dengan stabil, lalu dorong atau tarik pisau menyusuri batu asah dari pangkal hingga ke ujung bilah secara searah.

Tahap akhir yang kerap dilewatkan adalah stropping, yaitu membersihkan sisa mikro-burr menggunakan media kulit (bisa berupa sabuk kulit bekas) atau kain jidat. Gesekkan pisau dengan arah berlawanan dari mata pisau (punggung pisau mendahului) secara berulang.

Untuk mengujinya cobalah menyayat selembar kertas HVS. Jika pisau mampu memotong kertas dengan mulus tanpa merobeknya, maka pisau Anda sudah siap digunakan untuk qurban.

Setelah pisau tajam, hindari menyimpannya begitu saja di tempat terbuka. Oleskan sedikit minyak sayur atau minyak khusus pisau agar baja tidak mudah teroksidasi dan berkarat sebelum hari penyembelihan tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....