Kreatif di Tengah Tugas, Karyawan Perhutani Kembangkan Usaha 4.500 Ayam Petelur

  • 19 Mei 2026 11:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Grobogan – Inovasi ditunjukkan salah satu karyawan Perhutani KPH Purwodadi dengan mengembangkan usaha peternakan ayam petelur di tengah kesibukan menjalankan tugas kedinasan. Mandor Polter BKPH Jatipohon, Nur Ali, sukses mengelola peternakan berisi 4.500 ayam petelur di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Keberhasilan usaha tersebut mendapat perhatian jajaran manajemen Perhutani KPH Purwodadi. Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan. Bersama manajemen, ia bahkan meninjau langsung peternakan milik Nur Ali, Senin, 18 Mei 2026.

Untoro mengapresiasi semangat dan ketekunan Nur Ali yang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi karyawan lain untuk tetap produktif tanpa mengabaikan tugas utama. Menurutnya, usaha produktif yang dijalankan karyawan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Manajemen Perhutani sangat mendukung kegiatan usaha produktif yang dijalankan karyawan selama tidak mengganggu tugas pokok kedinasan. Apa yang dilakukan Saudara Nur Ali ini sangat positif dan inspiratif karena mampu memanfaatkan waktu dan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Untoro.

Ia menambahkan, usaha peternakan ayam petelur memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu sumber pangan bergizi yang dibutuhkan masyarakat. Hal tersebut dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat dan pelajar.

“Telur merupakan salah satu sumber protein yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap usaha seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi motivasi bagi karyawan lain untuk tetap kreatif, produktif, dan mandiri,” ucapnya.

Nur Ali mengaku usaha peternakan ayam petelur tersebut dirintis bersama keluarga sejak tahun 2015 dan berkembang secara bertahap. Meski tetap mengutamakan tugas sebagai Mandor Polter, pengelolaan harian peternakan dibantu keluarga sehingga usaha terus berjalan optimal.

“Alhamdulillah usaha ini saya jalankan bersama keluarga sejak tahun 2015. Awalnya hanya sedikit, kemudian berkembang sampai sekarang mencapai 4.500 ekor ayam, pengelolaan harian banyak dibantu keluarga,” ungkap Nur Ali.

Dari ribuan ayam yang dipelihara, peternakan tersebut kini mampu menghasilkan sekitar 450 kilogram telur per hari. Hasil produksinya dipasarkan melalui tengkulak, masyarakat sekitar, hingga mendukung kebutuhan program Makanan Bergizi Gratis.

“Pemasaran telur selama ini diambil tengkulak, sebagian juga untuk kebutuhan masyarakat sekitar dan mendukung kebutuhan program MBG. Harapannya usaha ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” ujarnya.

Dengan harga telur sekitar Rp23 ribu per kilogram, usaha tersebut mampu memberikan pendapatan bersih rata-rata sekitar Rp1,8 juta per hari setelah dikurangi biaya operasional. Inovasi Nur Ali pun diharapkan dapat menjadi contoh bagi karyawan lain untuk terus kreatif dan produktif di tengah tugas kedinasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....