Sebanyak 1.1082 Siswa TK/RA Dari 13 Lembaga Ikuti Pengenalan Manasik Haji
- 10 Mei 2026 06:03 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Sebanyak 1.082 siswa dari Taman Kanak-Kanak (TK) atau Raudlatul Athfal (RA) yang berasal dari 13 lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kudus dan Jepara, mengikuti pengenalan manasik haji. Ini sebagai upaya pembentukan karakter islami terhadap anak usia dini.
Menurut Kepala TKIT Umar Bin Khathab (UBK) Kudus Eti Nidiawati, animo peserta untuk mengikuti manasik haji yang diselenggarakan oleh TKIT Umar Bin Khathab Kudus tahun ini cukup besar. Tahun lalu hanya 700-an peserta, tahun ini bertambah menjadi 1.082 peserta dari 13 lembaga.
"Tak hanya dari Kudus, pelaksanaan manasik haji tahun ini ada yang dari Kabupaten Jepara, yakni TPA Montessori School House Of Pome Jepara," katanya, Sabtu, 9 Mei 2026. Melalui manasik haji tersebut, diharapkan bisa mengenalkan anak-anak bahwa ibadah haji merupakan Rukun Islam yang ke lima.
Selain itu, kata dia melalui pelatihan manasik haji ini juga untuk mengajak anak-anak mempraktikkan secara langsung kegiatan ibadah haji (manasik). Sekaligus memotivasi anak-anak untuk pergi haji ke tanah suci.
Ia juga berharap kegiatan ini bisa menanamkan nilai-nilai keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT. Kemudian mengenalkan rukun Islam kelima yaitu ibadah haji kepada anak sejak usia dini. Serta mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji secara sederhana.
"Hal ini juga bagian dari upaya pembentukan karakter religius pada anak melalui pengalaman pembelajaran yang bermakna ini," ujarnya.
Diharapkan pengenalan ibadah haji tersebut akan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui praktik langsung. Lalu mengembangkan kemampuan anak dalam mengikuti instruksi, disiplin, tertib, dan sabar selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, kegiatan bersama tersebut juga bisa menumbuhkan sikap kebersamaan, kerja sama, saling membantu, dan menghargai teman. Serta mengembangkan aspek perkembangan anak, seperti nilai agama dan budi pekerti, sosial emosional, bahasa, motorik, serta kognitif melalui kegiatan tematik.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kudus Dr. Wahyul Huda mengapresiasi kegiatan manasik haji ini. Karena menjadi momentum pengalaman bagi anak untuk menumbuhkan keagamaannya. Terlebih lagi, kata dia, ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima.
Harapannya, nantinya bisa menambah rasa iman dan Islam, kedepannya karakter anak juga menjadi yang lebih baik. Pembiasaan baik dalam pembentukan karakter islami ini, bisa menjadi agenda rutin.
Hal itu agar nantinya anak-anak juga memiliki momentum yang lebih berharga, lebih bermakna, dan menumbuhkan karakter yang lebih baik. "Kami juga mengapresiasi keikutsertaan sekolah TK dari luar daerah, yakni Kabupaten Jepara," ujarnya. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....