Relevansi Nilai Perjuangan Kartini untuk Menjaga Toleransi Masyarakat
- 28 Apr 2026 06:09 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Meneladani nilai-nilai yang diperjuangan oleh Raden Ajeng Kartini, menjadi hal yang masih cukup relevan bagi perempuan muda Indonesia. Khususnya dalam menyikapi isu toleransi dan keberagaman, yang juga dijiwai oleh semangat Kartini dalam memperjuangkan kaum perempuan.
Kabid Pemberdayaan Perempuan BEM Undip 2026, Annisa Paramitha menyebut hal tersebut masih cukup relevan. Apalagi menurutnya bagi generasi muda saat ini, masih kerap diremehkan mengenai cara bersikap bahkan di lingkup terdekat sekalipun.
“Misalnya mulai dari berani untuk menegur bercandaan yang merendahkan kelompok lain, atau bahkan gender lain. Menjaga ruang diskusi tetap aman atau menjadi orang yang membuka diskusi, perempuan masih mengalami beberapa tantangan untuk melakukan hal tersebut,” sebutnya dalam program SPADA, Selasa, 21 April 2026.
Namun, secara teori hal tersebut adalah bagian dari pembelajaran sosial, dimana jika sikap itu konsisten ditunjukkan maka akan direplikasi oleh lingkungan. Tata menganggap dunia digital harusnya bisa membantu hal tersebut, namun ternyata juga bisa menjadi tantangan tersendiri.
“Bukan cuma sekadar posting yang baik saja, tapi juga tidak ikut jadi enabler kebencian itu sendiri. Di mana kita harus reflektif dan berani untuk melihat informasi yang baik, dan juga nggak takut menyuarakan posisi pro toleransi meskipun itu bukan suatu hal yang populis,” kata Tata.
Banyaknya kaum perempuan yang kini berkiprah di berbagai bidang, menurut Tata seharusnya dapat menjadi peluang yang dimanfaatkan. Misalnya saja dengan menyuarakan dan memberi pencerdasan gerakan perempuan, yang tentunya bisa memiliki dampak positif bagi perempuan lainnya dan membangun kesadaran.
“Itu yang bisa dimanfaatkan dan juga dikonsumsi teman-teman perempuan, jadi bagaimana caranya satu perempuan bisa berdampak pada perempuan lainnya. Mungkin dilihatnya tidak terlalu besar, tapi bisa membangun awareness dan ruang ini bisa dimanfaatkan di era digital ini,” ungkap Tata.
Tata berpesan bahwa hal yang bisa dilakukan perempuan untuk menjaga nilai toleransi saat ini, adalah dengan memahami isu-isu yang ada di masyarakat. Menurutnya dengan membatasi hal tersebut, ini bisa menjadi kemunduran sehingga harus ada kemampuan untuk memahami dan mengerti kondisi lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....