Cara Unik Menggendong Anak dengan Noken di Papua
- 09 Apr 2026 16:33 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Menggendong anak atau bayi dalam masyarakat, umumnya diletakkan di depan. Sedangkan sandaran gendongan, kain atau jarik dililitkan di badan dengan menggunakan bahu sebagai tumpuan.
Namun ada yang unik di Papua. Menggendong anak dengan menggunakan noken dan gendongan anak diletakkan di belakang tubuh.
Noken merupakan tas rajut tradisional Papua yang terbuat dari serat kulit kayu, akar pohon atau serat alami lainnya. Sehingga kekuatan dari noken ini bisa untuk menopang benda yang berat sekalipun.
Bahkan noken diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2012. Noken dipakai di kepala dan menjadi simbol kehidupan, kesuburan serta kedewasaan perempuan Papua.
| Baca juga: Tips Manfaatkan Liburan untuk Detoks Digital |
Saat digunakan untuk menggendong anak, noken yang berbentuk tas ini digantungkan di kepala. Sedangkan si anak berada di dalam tas noken tersebut.
Agar anak merasa hangat, ditambahkan pula semacam selimut dari noken yang juga dipakai di kepala. Sehingga seorang ibu atau orangtua bisa mengenakan noken di kepala sampai 3 lapis.
Saat anak menangis atau rewel, sang ibu tinggal menggerakkan tubuhnya agar noken terayun. Sehingga anak merasa nyaman meski digendong di belakang tubuh ibu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....