Gunung Bukan Sekedar Kepentingan Konten

  • 06 Apr 2026 09:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Fenomena pendaki Fear Of Missing Out (FOMO) semakin terlihat seiring banyaknya gunung yang viral di berbagai sosial media. Narasi seperti “healing murah” dan “first hike” membentuk anggapan bahwa pendakian adalah aktivitas sederhana yang bisa dilakukan siapa saja tanpa persiapan matang.

Konten pendakian yang beredar umumnya menampilkan pemandangan indah di puncak tanpa menjelaskan tingkat kesulitan jalur, perubahan cuaca, dan risiko yang mungkin terjadi. Kondisi ini mendorong banyak anak muda mendaki hanya karena tren, bukan karena kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan medan.

Pendaki FOMO sering kali datang dengan perlengkapan yang tidak memadai, mulai dari sepatu, pakaian, hingga logistik yang terbatas. Minimnya riset jalur pendakian dan informasi cuaca membuat mereka rentan mengalami kelelahan, tersesat, atau kesulitan mengambil keputusan di lapangan.

Selain itu, fokus sebagian pendaki lebih tertuju pada pengambilan foto dan video untuk kebutuhan media sosial. Keselamatan pribadi dan kelompok kerap terabaikan demi mengejar konten yang dinilai menarik dan berpotensi viral.

Dampak dari fenomena ini tercermin pada meningkatnya kasus pendaki tersesat, kelelahan ekstrem, hingga hipotermia di sejumlah gunung. Tim SAR dan relawan menghadapi beban evakuasi yang lebih berat, sementara jalur pendakian mengalami tekanan akibat lonjakan jumlah pendaki yang tidak terkendali.

Media sosial berperan sebagai pemicu utama munculnya tren pendakian instan, namun juga dapat menjadi sarana edukasi jika dimanfaatkan secara tepat. Konten yang menyajikan informasi persiapan, risiko, dan etika pendakian dinilai lebih relevan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan.

Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi pendakian bagi pemula yang melibatkan pengelola gunung, komunitas, dan platform digital. Pendaki pemula disarankan mempersiapkan fisik dan perlengkapan secara memadai, melakukan riset jalur dan cuaca, serta mengutamakan keselamatan dibandingkan kepentingan dokumentasi agar aktivitas pendakian berjalan aman dan bertanggung jawab. (Syifa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....