Demi Lingkungan, Negara-Negara Ini Batasi Konsumsi Ikan Liar

  • 31 Mar 2026 17:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Ikan merupakan sumber protein penting bagi banyak negara di dunia. Namun, sejumlah negara menerapkan pembatasan ketat terhadap penangkapan dan konsumsi ikan liar demi menjaga kelestarian ekosistem.

Hal tersebut juga sejalan dengan rekomendasi Food and Agriculture Organization yang mendorong pengelolaan perikanan berkelanjutan. Berikut beberapa negara yang menerapkan kebijakan tersebut:

1. Islandia

Islandia menerapkan sistem kuota penangkapan ikan yang sangat ketat melalui skema Individual Transferable Quota (ITQ). Menurut Food and Agriculture Organization, kebijakan ini bertujuan menjaga stok ikan tetap berkelanjutan, sehingga penangkapan ikan liar tidak dilakukan secara bebas.

2. Norwegia

Norwegia menerapkan pengelolaan perikanan berbasis lisensi dan kuota yang ketat. Berdasarkan data Norwegian Directorate of Fisheries, konsumsi ikan di negara ini didominasi hasil budidaya seperti salmon, sehingga tekanan terhadap ikan liar lebih terkendali.

3. Swedia

Swedia memiliki regulasi lingkungan yang ketat dalam menjaga ekosistem perairan. Pemerintah melalui Swedish Agency for Marine and Water Management mendorong masyarakat mengonsumsi ikan dari sumber berkelanjutan dan membatasi beberapa spesies liar.

4. Selandia Baru

Selandia Baru menerapkan Quota Management System (QMS) untuk mengontrol penangkapan ikan liar. Menurut Ministry for Primary Industries, beberapa spesies dilindungi dan hanya boleh ditangkap dalam batas tertentu, termasuk untuk kepentingan adat.

5. Swiss

Sebagai negara non-pesisir, Swiss mengatur ketat penangkapan ikan di danau dan sungai. Kebijakan dari Federal Office for the Environment menekankan perlindungan kualitas air dan populasi ikan lokal, sehingga konsumsi ikan liar relatif rendah.

6. Belanda

Belanda mengedepankan konsumsi ikan dari sumber yang bertanggung jawab. Pemerintah dan lembaga seperti Marine Stewardship Council mendorong penggunaan ikan bersertifikasi dan hasil budidaya untuk menjaga keberlanjutan laut.

Kebijakan di berbagai negara tersebut menunjukkan bahwa konsumsi ikan tetap bisa berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Melalui regulasi ketat, edukasi masyarakat, dan penguatan sistem budidaya, negara-negara tersebut berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan keberlanjutan sumber daya alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....