Perantau Ungkap Perbedaan Suasana Puasa di Bali dengan Semarang

  • 30 Mar 2026 10:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perbedaan suasana puasa dan Lebaran antara Bali dan Semarang dirasakan langsung oleh para perantau. Faktor budaya dan mayoritas penduduk memengaruhi dinamika ibadah selama Ramadan.

Pekerja asal Semarang yang merantau di Bali, Dharma Chandra merasakan perbedaan tersebut. Ia menyebut suasana puasa di Bali lebih sepi dibandingkan di kampung halaman.

Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Senin, 23 Maret 2026 sore. Diskusi tersebut mengangkat cerita perantau mengenai perbedaan suasana Ramadan dan Lebaran

Menurutnya, di Semarang, suasana Ramadan terasa lebih hidup dengan aktivitas ibadah dan tradisi masyarakat. Masjid ramai, takjil mudah ditemukan, dan suasana malam dipenuhi kegiatan keagamaan.

Sementara itu, di Bali suasana Ramadan cenderung lebih tenang karena mayoritas penduduk beragama nonmuslim. Aktivitas ibadah tetap berjalan, namun tidak seramai di kota mayoritas muslim.

“Kalau di Bali, suasananya lebih tenang, beda sama Semarang yang lebih ramai,” ujarnya. Ia menilai perbedaan ini membuat pengalaman Ramadan terasa unik.

Ia juga menjelaskan perbedaan momen Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali. Kondisi tersebut memengaruhi mobilitas masyarakat saat mudik maupun aktivitas hari raya.

Menurut Dharma, banyak perantau memilih pulang lebih awal untuk menghindari pembatasan aktivitas saat Nyepi. Hal ini membuat arus mudik dari Bali menjadi lebih padat sebelum Lebaran.

Meski berbeda, ia merasakan toleransi antarumat beragama di Bali berjalan dengan baik. Lingkungan kerja tetap mendukung dirinya menjalankan ibadah puasa.

“Teman-teman di sana tetap menghargai dan mendukung saya saat puasa,” katanya. Ia merasa nyaman meski berada di lingkungan berbeda.

Selain itu, Dharma mengaku rindu suasana Lebaran di Semarang yang lebih meriah. Tradisi berkumpul bersama keluarga dan suasana kota menjadi hal yang tidak tergantikan.

Ia menilai perbedaan tersebut memberikan perspektif baru tentang keberagaman di Indonesia. Pengalaman merantau membuatnya lebih menghargai nilai toleransi dan kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....