Siswa Ciputra Kasih Bagikan Pengalaman Belajar di Sekolah Masa Kini

  • 28 Mar 2026 21:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sekolah zaman sekarang dinilai semakin adaptif dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa. Sistem belajar tidak lagi monoton, tetapi lebih fleksibel dan berbasis praktik.

Siswa Ciputra Kasih School Semarang, Monica Dharmawan Widjaya, Lidya Grace Victorien, dan Vizaluno Amaury Schatzi membagikan pengalaman mereka. Mereka menilai sekolah kini tidak hanya fokus akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan.

Penggunaan teknologi seperti smartboard dan platform digital membuat proses belajar lebih efisien. Siswa dapat mengakses materi, mengumpulkan tugas, hingga berdiskusi secara online dengan mudah.

Monica menjelaskan teknologi mempermudah siswa memahami materi pembelajaran. “Sekarang kita pakai smartboard dan pengumpulan tugas lewat handphone, jadi serba digital,” ujarnya.

Vizaluno menambahkan sekolah juga memiliki platform khusus untuk mendukung pembelajaran. Website tersebut digunakan untuk mengakses materi dan mengumpulkan tugas secara terstruktur.

Menurut Lidya, fasilitas sekolah yang memadai membuat proses belajar lebih nyaman. Ia merasakan metode belajar yang variatif seperti menonton, analisis, hingga diskusi kelompok.

Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026 sore. Diskusi tersebut mengangkat gambaran sekolah modern dari sudut pandang siswa.

Selain teknologi, kurikulum juga menjadi pembeda utama dibanding sekolah sebelumnya. Program entrepreneurship menjadi salah satu keunggulan yang melatih siswa berbisnis sejak dini.

Vizaluno menyebut siswa diminta membuat produk dan menjualnya secara langsung. “Kita bikin produk dan langsung dijual, jadi belajar bisnis dari pengalaman,” katanya.

Program tersebut mendorong siswa berpikir kreatif sekaligus memahami dunia usaha. Beberapa produk yang dibuat antara lain minuman jahe hingga sirup bunga telang.

Selain itu, siswa juga belajar coding dengan membuat game dan aplikasi sederhana. Proyek tersebut dipamerkan dalam kegiatan sekolah sebagai hasil karya siswa.

Monica menilai pembelajaran seperti ini membuat siswa lebih siap menghadapi dunia nyata. Ia merasa pengalaman praktik lebih efektif dibanding hanya teori di kelas.

Ketiganya sepakat sekolah modern harus mampu menyeimbangkan akademik dan keterampilan. Mereka juga mendorong siswa lain berani mencoba hal baru selama masa sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....