Cap Go Meh Sekolah Karangturi, Kemeriahan Karnaval Budaya hingga Barongsai
- 07 Mar 2026 03:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Perayaan Cap Go Meh yang menandai hari ke-15 Tahun Baru Imlek di Sekolah Nasional Karangturi Semarang, Jumat, 6 Maret 2026, berlangsung meriah. Beragam kegiatan menarik hadir untuk memeriahkan festival, seperti karnagal budaya, atraksi naga dan barongsai, masak besar, pentas seni, serta pertunjukan kuda lumping.
Selain itu ada juga bazar kuliner dan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) atau nonkuliner. Cap Go Meh, event tahunan pada sekolah yang mengedepankan karatker, inovasi, nilai kebhinekaan serta keseimbangan kegiatan akademik dan nonakademik ini berlangsung di pelataran SMA Karangturi, Jl Padma Boulevard Selatan, Jrakah, Kecamatan Tugu, Semarang.
Ketua Panitia Perayaan Cap Go Meh Sekolah Karangturi 2026, Sugiarto mengatakan, perayaan Cap Go Meh kali ini mengangkat tema "The Fire Horse Festival". Di mana, semangat menyala dan kerja keras yang ingin diwujudkan sekolah pada tahun Kuda Api ini.

"Perayaan Cap Go Meh ini hasil kolaborasi siswa TK, SD, SMP, SMA Karangturi, dan mahasiswa Universitas Karangturi. Kami juga melibatkan unsur budaya lokal, dengan menampilkan kelompok kuda lumping dari Sumowono, Kabupaten Semarang serta drumband asal Salatiga," jelasnya.
Sugiyarto yang juga Kepala SMP Karangturi menegaskan, perayaan Cap Go Meh di Sekolah Karangturi tidaklah eksklusif, kerena terbuka untuk umum. Polisi berkuda dari Unit Satwa Polrestabes Semarang ikut memeriahkan event tersebut.
Menurut dia, busana yang dikenakan oleh peserta juga beragam, seperti cheongsam, warna merah dan emas, kebaya, dan pakaian tradisional pria Jawa, Surjan. Tidak ada aturan berbusana atau dress code bernuansa Tionghoa, ada peserta mengenakan kebaya atau batik lurik, sebagai perwujudan akulturasi budaya.
"Semua dapat hidup dan berkembang di sini, semangat sekolah yang akan terus dijaga sesuai pilar kami, Multikultural. Ini jadi bukti nyata, bahwa perwujudan akulturasi budaya dan kerukunan tidak hanya teori dan diatas kertas saja," ungkapnya.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi, Harjanto Halim ikut mengawal karnaval budaya, menyisir kawasan sekitar kompleks SMA Karangturi. Di panggung budaya, pentas seni siswa tampil menghibur pengunjung yang juga dipadati orang tua siswa maupun masyarakat umum.
Atraksi barongsai, kuda lumping yang berlangsung ditenah hujan gerimis sore itu, disambut meriah pengunjung. Bazar kuliner dan nonkuliner juga dipadati pengunjung.
Selain menjadi ajang hiburan, Sugiyarto menuturkan, acara ini juga menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi siswa. Tentunya dalam mengenal nilai toleransi, kreativitas, kolaborasi, serta apresiasi terhadap tradisi budaya Tionghoa dan nusantara.
"Harapannya, perayaan Cap Go Meh ini dapat menjadi ruang kebersamaan yang hangat dan penuh semangat. Kami ingin menghadirkan perayaan Cap Go Meh yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna sekaligus jadi momen untuk merayakan keberagaman dan memperkuat nilai persatuan," ujarnya. (Royce)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....