Pendampingan 6 Bulan, Nestlé Jangkau 598 Keluarga Berisiko Stunting

  • 06 Mar 2026 06:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – Selama enam bulan pelaksanaan Program Pendampingan Gizi 2025, Nestlé Indonesia menjangkau 598 keluarga dengan anak berisiko stunting di tiga daerah. Program ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif pencegahan stunting melalui intervensi gizi yang terpantau dan berkelanjutan.

Program berlangsung sejak Juli 2025 hingga Januari 2026 dengan melibatkan 147 kader yang memberikan edukasi kepada 520 ibu hamil dan menyusui di Kabupaten Karawang, Batang, dan Pasuruan. Pendampingan dilakukan secara rutin dengan pendekatan berbasis data dan monitoring akademisi.

Pelaksana Tugas(Plt.) Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Yuni Hastutiningsih, menegaskan, keterlibatan sektor swasta memperluas jangkauan intervensi dan mempercepat perubahan perilaku keluarga. "Mari kita terus memperkuat sinergi menjaga konsistensi dan memastikan program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi keluarga Indonesia," katanya melalui siaran pers yang diterima RRI, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menambahkan, selain memperbaiki indikator pertumbuhan anak, program ini juga meningkatkan kapasitas keluarga dalam pemenuhan energi dan variasi konsumsi pangan. Edukasi yang diberikan diharapkan menjadi kebiasaan gizi baik yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa, menyebut pendekatan pendampingan langsung di tingkat desa menjadi faktor penting keberhasilan program. Dalam program serupa sebelumnya, pihaknya mencatat 98 persen anak yang didampingi mengalami kenaikan berat badan setelah intervensi rutin.

"Alhamdulillah, 98 persen dari anak-anak tersebut berat badannya naik selama kita memberikan intervensi GENTING. Satu hal yang saya sangat suka dari program pendampingan gizinya adalah Nestlé memberi tahu caranya ke ibu-ibu di desa-desa di Batang," katanya.

Sementara itu, Marketing Manager PT Nestlé Indonesia, Ankur Mittal, menegaskan keberhasilan program tidak hanya dilihat dari angka, tetapi juga dari perubahan perilaku jangka panjang. “Dampak terpenting tidak hanya terlihat dari perbaikan indikator pertumbuhan, tetapi juga dari perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat keluarga dan komunitas,” ujarnya.

Intervensi dilakukan melalui pemenuhan energi dan protein sederhana berupa satu butir telur dan satu gelas susu setiap hari selama 6 bulan. Program ini juga disertai edukasi keluarga serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin dan adaptif sesuai kebutuhan lapangan.

Ia menyatakan, Nestlé Indonesia mendukung program pencegahan stunting melalui inisiatif DASHAT, Program 100 Hari Pendampingan Gizi, dan Program Pendampingan Gizi 2025. Melalui inisiatif ini, Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya mendukung percepatan pencegahan stunting melalui pendekatan kolaboratif dan pemberdayaan komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....