Bertahan Sejak 1928, Rumah Dinas Perhutani Tlogo Rembang Jadi Saksi Sejarah
- 04 Mar 2026 11:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang – Bangunan Rumah Dinas Mantri Perhutani Resort Pemangkuan Hutan(RPH) Tlogo di Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah pengelolaan hutan di Jawa dan Madura. Berdiri sejak 1928, rumah peninggalan era kolonial Belanda itu hingga kini tetap kokoh dan terawat.
Hunian tersebut tidak sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi juga memiliki fungsi strategis bagi organisasi kehutanan. Rumah dinas ini digunakan sebagai pusat koordinasi kegiatan lapangan para rimbawan.
Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan(BKPH) Ngiri, Pariyo, menjelaskan rumah dinas RPH Tlogo memiliki peran ganda yang vital. Selain ditempati kepala RPH, bangunan ini menjadi lokasi rapat dan titik kumpul sebelum patroli hutan.
"Rumah dinas ini bukan hanya digunakan untuk tempat tinggal saja. Namun, juga digunakan untuk rapat pekerjaan rutin dan merupakan titik kumpul anggota BKPH Ngiri saat akan melakukan patroli hutan," ujar Pariyo dalam siaran pers, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menilai keberadaan bangunan tua tersebut perlu dijaga sebagai bagian dari warisan sejarah. Perawatan khusus diperlukan agar nilai historisnya tetap terpelihara.
”Rumah dinas ini adalah contoh bangunan Belanda yang masih terawat dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pelestarian dan pemeliharaan agar dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya,” ucapnya.
Berbeda dengan gambaran rumah dinas yang kerap terkesan menyeramkan dalam film, Rumah Dinas RPH Tlogo justru menghadirkan suasana tenang dan asri. Lokasinya yang strategis di tengah lingkungan hijau membuat hunian ini nyaman bagi petugas kehutanan.
“Arsitektur bangunan ini tergolong unik dan kokoh. Strukturnya yang tetap mempertahankan keasliannya sejak zaman colonial,” ujarnya.
Saat ini, rumah bersejarah tersebut ditempati Suyatno yang menjabat sebagai Kepala RPH Tlogo BKPH Ngiri di bawah naungan Wilayah KPH Mantingan. Keberadaannya menjadi simbol kontinuitas sejarah sekaligus penopang aktivitas pengelolaan hutan di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....