Memahami Mitigasi Bencana, Cara Tepat Generasi Muda Evakuasi Diri

  • 28 Feb 2026 22:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Berhati-hati terhadap munculnya misinformasi dan hoaks mengenai bencana, menjadi salah satu langkah lebih waspada terhadap bencana. Perlunya memahami langkah-langkah mitigasi bencana, menjadi cara yang tepat bagi generasi muda sebagai pencegahan dan langkah evakuasi diri.

Sie Kesiapsiagaan KSR PMI Unit Universitas Negeri Semarang(Unnes), Maulana Hafif mengatakan, misinformasi atau hoaks bisa berdampak. Apalagi dengan penggunaan media sosial yang tinggi di generasi muda, menjadi suatu hal yang cukup rawan akan terjadinya misinformasi terutama mengenai kebencanaan.

“Ada live Tiktok, ternyata ada banjir, terus abis itu nyebar informasi nyebar donasi ternyata banjirnya besar banget di sini. Lho, ternyata kita datangi, tidak ada banjir sama sekali, nah sekarang kan ada media AI itu bikin hoaks yang sebenarnya nggak separah itu,” sebutnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Rabu, 25 Februari 2026.

Penggunaan AI disebutnya juga membuat kerawanan akan hoaks dan misinformasi terhadap kebencanaan, yang bisa menjadi celah penyalahgunaan dan bisa berujung meresahkan masyarakat. Agar tetap tenang, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memahami mitigasi bencana.

“Kita harus mempunyai tas persediaan namanya tas siaga bencana, isinya barang-barang penting kita, makanan yang bisa dikonsumsi dengan yang tidak perlu masak. Saat terjadi bencana kita jangan panik, kita menghindari seluruh bangunan atau pohon besar kita usahakan di lahan terbuka,” jelas Hafif.

Selain itu, Hafif menyebut sebagai antisipasi juga kita harus memahami jalur evakuasi pada saat terjadi bencana. Hal ini diperlukan ketika saat berada dalam ruangan, proses evakuasi diri pada saat terjadi bencana bisa lebih dimudahkan dalam berbagai kondisi bencana.

“Ternyata dalam ilmu evakuasi, kita nggak boleh ada di lift atau sejenisnya. Kita harus tahu dulu jalur evakuasi yang harus kita tahu, misalnya kebakaran berarti kita harus tahu dulu standar gedung harus ada APAR dan kita harus tahu cara memakainya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....