Anak Muda Perlu Melek Informasi Kebencanaan
- 28 Feb 2026 21:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Indonesia sebagai negara yang cukup rawan akan bencana, memerlukan kesadaran masyarakatnya terhadap informasi kebencanaan. Terutama bagi anak muda, yang bisa dibilang memiliki mobilitas yang cukup tinggi dan aktivitas yang membutuhkan informasi kebencanaan.
Sie Kesiapsiagaan KSR PMI Unit Universitas Negeri Semarang(Unnes), Maulana Hafif menyebut, anak muda seharusnya perlu melek akan informasi bencana. Sebagai negara yang cukup rawan dengan bencana, generasi muda hidup dengan kecanggihan teknologi dan akses informasi yang luas.
“Beberapa hari yang lalu ada bencana banjir di beberapa daerah, terutama yang parah di Grobogan yang ada tanggul jebol dan akses jalan terputus. Karena misalnya kita tidak tahu pas kita mau perjalanan yang melewati kabupaten tersebut, maka kita memiliki beberapa informasi yang harus diketahui,” jelasnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Rabu, 25 Februari 2026.
Informasi tersebut menurut Hafif cukup berguna bagi anak muda, terutama untuk bisa mengenali bencana yang sedang terjadi dan kondisinya. Apalagi generasi muda memiliki mobilitas yang cukup tinggi, sehingga sangat perlu untuk memahami informasi tentang kebencanaan.
“Misal karena saya anak Unnes di Jalur Gaza yang antara Unnes sama Undip, ada longsor dan sedang ada perbaikan di jalur tadi. Kalau kita tidak tahu informasi seperti itu maka kita akan tersesat di jalan, misal anak Unnes mau ke Undip mepet jalannya nggak tahu ada informasi jadi sampai tempat akan terlambat,” ujar Hafif.
Hafif merujuk informasi pada berbagai kanal seperti BMKG, BPBD, dan PMI Kota Semarang. Ketiga informasi yang didapatkan dari organisasi tersebut, menurutnya bisa menjadi rujukan untuk mengetahui kondisi cuaca dan informasi kebencanaan yang valid.
“Jadi ketiga organisasi ini adalah organisasi yang di dalamnya menginformasikan bencana, kalau misalnya anak muda mau bikin acara. Misal organisasi mau ngadain acara di indoor atau outdoor, nah misalnya hujan itu di outdoor kita harus tahu dulu, BMKG itu pasti valid,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....