Serunei, Alat Tradisional Penanda Waktu Berbuka dan Imsak
- 23 Feb 2026 17:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Saat Ramadan, banyak hal unik, menarik dan khas yang dijumpai di tengah masyarakat. Misalnya sajian khas berbuka puasa, kegiatan ngabuburit atau war takjil.
Selain itu, ada keunikan lainnya, yakni penanda berbuka dan imsak. Umumnya di berbagai tempat, kentongan bedug menjadi penandanya.
Namun di Aceh, serunei atau serunee sudah menjadi denyut nadi Ramadan. Di tengah teknologi yang makin canggih, suara khasnya tetap setia dinanti sebagai penanda berbuka puasa dan imsak.
Serunei ini mengeluarkan suara yang sekilas terdengar seperti sirine alarm pemadam kebakaran. Nyaring, menggema, dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.
Biasanya serunei ini digunakan di masjid dan meunasah di berbagai wilayah untuk memberitahu waktu berbuka dan imsak. Meunasah adalah gedung atau bangunan di desa, tempat dilaksanakannya kegiatan pendidikan, upacara keagamaan, musyawarah dan lain-lain.
Dalam akun officialsirinee, diperlihatkan serunei ini diputar dengan cara diengkol. Menjelang maghrib atau imsak, petugas akan memutar alat ini.
Serunei menghasilkan suara nada rendah, menuju sedang, lalu tinggi dan kembali ke nada rendah. Menariknya serunei mulai digunakan sejak 2000 an.
Alat ini berasal dari produk Jepang yang dulunya terpasang di mobil pemadam kebakaran lalu dimodifikasi. Hingga saat ini hasil modifikasi ini dimanfaatkan sebagai penanda waktu ibadah dan tradisi ini tetap lestari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....