Rabu Abu, Jemaat GKJ Plengkung Diminta Kurangi Penggunaan Plastik

  • 19 Feb 2026 11:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kota Magelang: Bersamaan dengan awal puasa Ramadan, umat Kristiani juga mengawali puasa selama 40 hari dengan menjalankan ibadah Rabu Abu. Pada ibadah Rabu Abu di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Plengkung Kota Magelang. Jemaat diminta untuk melakukan ‘Pertobatan Ekologis’, yakni mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari dengan mempraktikkan gerakan 5 R (Replace, Reduce, Replant, Recycle dan Reuse).

“Ibadah Rabu Abu ditandai dengan penorehan abu di dahi umat, yang mengingatkan manusia itu berasal dari abu atau debu tanah. Manusia itu berasal dari tanah, kalau tanahnya rusak manusia juga mengalami kerusakan sehingga perlu adanya Pertobatan Ekologis,” kata Pendeta Gledis Yunia Gebora Angelita pada kotbah ibadah Rabu Abu di GKJ Plengkung Kota Magelang, Rabu 18 Februari 2026.

Gledis mengatakan,pertobatan ekologis sangat perlu digaungkan kembali untuk merawat dan menjaga kelestarian alam bumi dan seisinya. Karena, kerusakan alam bumi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan di seluruh permukaan bumi ini yang mengalami krisis iklim yang cukup serius.

“Manusia itu merupakan mandataris Tuhan sebagai perawat atau penjaga alam. Pertobatan ekologis harus kembali digaungkan dengan merawat dan menjaga alam bumi ini,”katanya.

Menurutnya, momentum Rabu Abu tidak hanya menjaga dengan sesama untuk berpuasa, berpantang dan menahan diri dengan sesama. Tetapi juga dengan seluruh ciptaan Tuhan termasuk alam beserta isinya.Sedangkan, sebagai bentuk bukti nyata pertobatan ekologis selama Pra Paskah.

Ia mengajak seluruh jemaat GKJ Plengkung membiasakan merawat ciptaan alam dengan menanam tanaman. Selain itu, jemaat juga diharapkan untuk mengurangi penggunaan plastic baik untuk tempat makanan maupun minuman.

“Mudah-mudahan, langkah pengurangan sampah dengan cara 5 R bisa menjadi kebiasaan baru bagi jemaat GKJ Plengkung. Selain itu, juga bisa mengubah pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari,”harapnya.

Salah satu jemaat GKJ Plengkung, Erna Wiyanti mengaku siap menjalankan pertobatan ekologis tersebut. Bahkan, beberapa tahun lalu, dirinya telah menerapkan mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan bergereja .

“Beberapa tahun lalu, salah satu kepanitian di GKJ Plengkung telah menerapkan mengurangi penggunaan plastic dalam berkegiatan. Semoga imbauan dan ajakan dari ibu pendeta untuk mengurangi penggunaan plastic ini bisa berkelanjutan,”katanya ( wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....