Sekilas Mengintip Tradisi Padusan di berbagait tempat

  • 19 Feb 2026 08:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Di antara bentuk persiapan menyambut Ramadhan, di kalangan masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur ada tradisi yang disebut “Padusan”. Biasanya 1-2 hari menjelang bulan puasa.

Yaitu mandi bersama di mata air, sungai, telaga, dan lokasi-lokasi lain yang bisa digunakan untuk umum. Sebagian ada yang menggunakan rempah-rempah alami atau herbal wewangian.

Dimaksudkan untuk membersihkan diri secara jasmani maupun rohani. Sehingga saat memasuki Ramadhan dalam keadaan suci dan bersih.

Masyarakat Minang juga memiliki ritual “Balimau” yaitu tradisi mandi khusus sebelum bulan puasa. Menggunakan jeruk nipis atau limau untuk membersihkan diri.

Sedangkan di Sumatera Utara ada Tradisi “Pangir” atau mandi daun wewangian. Juga dilakukan bersama bercampur-baur lelaki dan perempuan.

Dianggap sebagai tradisi, ada yang meyakini Padusan atau mandi massal sebagai sebuah kewajiban agama yang harus sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Memang, ditinjau dari sisi mandi untuk membersihkan diri, tentu merupakan hal baik, bahkan sebagai keharusan, kalau badan kotor apalagi bernajis.

Secara etimologis, istilah padusan berasal dari kata adus dalam bahasa Jawa yang berarti mandi. Dalam konteks tradisi lama, mandi memiliki makna penting sebagai simbol pembersihan diri sebelum memasuki fase atau waktu tertentu.

Dari berbagai sumber, kebiasaan ini telah dikenal dalam budaya Jawa sejak masa Hindu-Buddha, ketika ritual penyucian diri dengan air menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....