Pers Mahasiswa Kawal Moderasi Beragama Lewat Kegiatan Jurnalistik

  • 17 Feb 2026 08:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Pers mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengawal isu moderasi beragama melalui aktivitas jurnalistik di lingkungan kampus. Proses kurasi dan verifikasi data yang ketat menjadi kunci utama untuk menjaga objektivitas tanpa menghilangkan daya kritis mahasiswa.

Pemimpin Umum LPM OPINI FISIP UNDIP 2025, Davino Krisna Hermawan menilai, pers mahasiswa juga memiliki peran vital dalam merawat toleransi. Menurutnya, keberadaan pers mahasiswa di ruang akademik memungkinkan isu ini tidak hanya berhenti di pemberitaan, tetapi juga merasuk ke dalam diskursus intelektual.

“Pers mahasiswa ini bisa membuka diskusi, membuka berbagai perspektif yang membiasakan mahasiswa melihat perbedaan sebagai realitas. Jadi bukan sebagai ancaman, namun dipahami sebagai sesuatu yang bisa kita terima,” sebutnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Selasa 17 Februari 2026

Davino menekankan bahwa salah satu langkah konkret yang dilakukan di lingkup pers mahasiswa adalah memastikan seluruh prinsip jurnalistik dijalankan secara konsisten. Hal ini didukung oleh struktur organisasi yang berfungsi sebagai insting pengawas atau supervisi sebelum sebuah produk jurnalistik dipublikasikan ke khalayak.

“Kita selalu mengedepankan prinsip independensi, objektifitas, dan keberimbangan termasuk untuk isu-isu yang sensitif karena memang perlu perhatian khusus. Ada andil juga dari struktur LPM OPINI terutama pemimpin redaksi dan editor, yang tugasnya mensupervisi artikel atau produk jurnalistik sebelum naik,” jelas Davino.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa verifikasi ulang terhadap data dan produk jurnalistik merupakan prosedur wajib yang dilakukan bersama rekan-rekannya. Proses ini bertujuan untuk menyaring informasi agar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik.

Ketelitian juga diterapkan dalam pemilihan diksi. Davino menyebut bahwa penggunaan kata yang kritis namun tetap berimbang sangat penting untuk memastikan pemberitaan tidak bersifat provokatif, terutama saat menyentuh isu-isu keberagaman yang sensitif.

Melalui pendekatan jurnalistik yang sehat, pers mahasiswa diharapkan terus menjadi wadah edukasi bagi masyarakat kampus. Dengan menjaga independensi, mahasiswa tidak hanya menjadi pelapor berita, tetapi juga penjaga nilai-nilai toleransi di ruang akademik..

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....